Pertama Kali Pembangkit Listrik Tenaga Angin dan Matahari Kalahkan Batu Bara
Selasa, 27 Juni 2023 - 20:38 WIB
loading...
A
A
A
AS telah menghentikan sekitar 14 gigawatt kapasitas batubaranya atau kira-kira 7% dari armada batubaranya sejak awal tahun 2022. Menurut pelacak emisi Carbon Monitor, sejak April 2022, emisi bahan bakar fosil AS telah menurun sebesar 5,6%.
Perubahan ini mencerminkan pergeseran fokus kebijakan energi AS ke arah sumber energi yang lebih netral karbon. "Kami berharap bahwa AS akan menghasilkan lebih sedikit listrik dari batu bara tahun ini," kata Joe DeCarolis, administrator EIA.
Namun, bahan bakar fosil masih mendominasi pembangkit listrik AS. Gas alam masih menjadi sumber energi terbesar di negara ini, terhitung sekitar 39% dari listrik AS pada tahun 2022. Diperkirakan akan turun menjadi 38% tahun ini dan 37% pada tahun 2024.
Baca juga; Kairyu Pembangkit Listrik Bawah Laut Buatan Jepang Siap Dikomersialkan
“Karena penyedia listrik menghasilkan lebih banyak listrik dari sumber terbarukan. Kami melihat listrik yang dihasilkan dari penurunan batu bara selama satu setengah tahun ke depan,” ujar Joe DeCarolis.
Perubahan ini mencerminkan pergeseran fokus kebijakan energi AS ke arah sumber energi yang lebih netral karbon. "Kami berharap bahwa AS akan menghasilkan lebih sedikit listrik dari batu bara tahun ini," kata Joe DeCarolis, administrator EIA.
Namun, bahan bakar fosil masih mendominasi pembangkit listrik AS. Gas alam masih menjadi sumber energi terbesar di negara ini, terhitung sekitar 39% dari listrik AS pada tahun 2022. Diperkirakan akan turun menjadi 38% tahun ini dan 37% pada tahun 2024.
Baca juga; Kairyu Pembangkit Listrik Bawah Laut Buatan Jepang Siap Dikomersialkan
“Karena penyedia listrik menghasilkan lebih banyak listrik dari sumber terbarukan. Kami melihat listrik yang dihasilkan dari penurunan batu bara selama satu setengah tahun ke depan,” ujar Joe DeCarolis.
(wib)
Lihat Juga :