Pakar Sebut Maraknya Penipuan Online Adalah Dampak Banyaknya Kebocoran Data
Jum'at, 23 Juni 2023 - 09:18 WIB
loading...
A
A
A
Pucuk dicinta ulam tiba, kebocoran data kependudukan yang masif membuka jalan bagi penipu untuk menjalankan aksinya karena menyediakan ratusan juta database kependudukan asli. “Hanya berbekal blanko KTP ia bisa membuat KTP palsu dengan data asli,” ujar Alfons.
Ketika KTP tersebut digunakan untuk membuka rekening bank, maka akan sangat sulit bagi bank untuk mengidentifikasi keabsahan KTP secara fisik karena sekalipun blankonya palsu tetapi data NIK, Nama, alamat dan lainnya adalah data asli dan fotonya tinggal digantikan dengan foto si penipu.
Penipu tinggal mengeluarkan uang sekitar Rp500.000 untuk membeli rekening bodong yang telah dipersiapkan lengkap dengan kartu ATM dan siap untuk menampung hasil kejahatannya dan informasi ini dengan mudah.
Adanya sarana mudah menguangkan hasil penipuan ini kontan menjadi faktor yang sangat memudahkan komplotan penipu dalam menarik uang hasil kejahatan mereka. “Jadi komplotan penipu tinggal konsentrasi merancang rekayasa sosial yang sempurna untuk mengelabui korbannya,” ungkap Alfons.
Baca Juga: 7 Bentuk Penipuan Digital yang Wajib Diwaspadai
Badai scam nyata yang hari ini sedang dituai oleh masyarakat Indonesia adalah tawaran kerja Freelance dan korban bisa mendapatkan penghasilan besar cukup hanya like dan subscribe akun media sosial.
Menurut data yang dikumpulkan oleh Vaksincom, korban penipuan kerja Freelance ini sudah mencapai ribuan orang dengan kerugian mencapai ratusan miliar rupiah. “Seharusnya kasus ini mendapatkan perhatian serius dari pihak penegak hukum dan pihak terkait seperti Kominfo dan OJK,”beberAlfons.
Ketika KTP tersebut digunakan untuk membuka rekening bank, maka akan sangat sulit bagi bank untuk mengidentifikasi keabsahan KTP secara fisik karena sekalipun blankonya palsu tetapi data NIK, Nama, alamat dan lainnya adalah data asli dan fotonya tinggal digantikan dengan foto si penipu.
Maraknya Penipuan Berkedok Tawaran Kerja Freelance
Kebocoran data kependudukan yang masif memungkinkan rekening penampungan hasil kejahatan yang bisa didapat dengan mudah.Penipu tinggal mengeluarkan uang sekitar Rp500.000 untuk membeli rekening bodong yang telah dipersiapkan lengkap dengan kartu ATM dan siap untuk menampung hasil kejahatannya dan informasi ini dengan mudah.
Adanya sarana mudah menguangkan hasil penipuan ini kontan menjadi faktor yang sangat memudahkan komplotan penipu dalam menarik uang hasil kejahatan mereka. “Jadi komplotan penipu tinggal konsentrasi merancang rekayasa sosial yang sempurna untuk mengelabui korbannya,” ungkap Alfons.
Baca Juga: 7 Bentuk Penipuan Digital yang Wajib Diwaspadai
Badai scam nyata yang hari ini sedang dituai oleh masyarakat Indonesia adalah tawaran kerja Freelance dan korban bisa mendapatkan penghasilan besar cukup hanya like dan subscribe akun media sosial.
Menurut data yang dikumpulkan oleh Vaksincom, korban penipuan kerja Freelance ini sudah mencapai ribuan orang dengan kerugian mencapai ratusan miliar rupiah. “Seharusnya kasus ini mendapatkan perhatian serius dari pihak penegak hukum dan pihak terkait seperti Kominfo dan OJK,”beberAlfons.
(dan)
Lihat Juga :