Begini Reaksi Tubuh Ketika Tenggelam di Laut Dalam, Gas Karbon Dioksida Jadi Musuh Utama
Kamis, 22 Juni 2023 - 15:47 WIB
loading...
A
A
A
“Kru yang terperangkap di kapal atau kapal selam yang tenggelam menghadapi banyak tantangan fisiologis, termasuk gas beracun, paparan tekanan ambien yang tinggi, dan hipotermia,” tulis Dr Mole dalam makalahnya yang diterbitkan dalam jurnal Ciottotone's Disaster Medicine.
Berbicara kepada DailyMail.com, Dr Mole mengatakan para penyelamat berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan para penumpang yang terjebak dalam kapal selam. Sebab, para penumpang menghadapi persediaan oksigen yang menipis, gas karbon dioksida beracun yang meningkat, dan penurunan suhu.
“Setiap kali manusia terkurung di ruang kedap udara, kebanyakan orang mungkin memikirkan oksigen. Namun, gas karbon dioksida yang harus menjadi perhatian yang lebih besar. Karbon dioksida itu harus dibuang karena jika tidak maka akan menjadi racun,” ujar Dr Mole.
Baca juga; Kapal Selam Titan Dibuat Berdasarkan Teknologi NASA, Dirancang Beroperasi 4 Km di Laut Dalam
Dia menjelaskan bahwa gas karbon dioksida yang terus meningkat adalah pembunuh pertama orang yang berada di lingkungan kedap udara. “Jadi bukan tingkat oksigen yang menipis. Kadar karbon dioksida akan menjadi hal yang mengarah pada peristiwa mematikan,” pungkasnya.
Berbicara kepada DailyMail.com, Dr Mole mengatakan para penyelamat berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan para penumpang yang terjebak dalam kapal selam. Sebab, para penumpang menghadapi persediaan oksigen yang menipis, gas karbon dioksida beracun yang meningkat, dan penurunan suhu.
“Setiap kali manusia terkurung di ruang kedap udara, kebanyakan orang mungkin memikirkan oksigen. Namun, gas karbon dioksida yang harus menjadi perhatian yang lebih besar. Karbon dioksida itu harus dibuang karena jika tidak maka akan menjadi racun,” ujar Dr Mole.
Baca juga; Kapal Selam Titan Dibuat Berdasarkan Teknologi NASA, Dirancang Beroperasi 4 Km di Laut Dalam
Dia menjelaskan bahwa gas karbon dioksida yang terus meningkat adalah pembunuh pertama orang yang berada di lingkungan kedap udara. “Jadi bukan tingkat oksigen yang menipis. Kadar karbon dioksida akan menjadi hal yang mengarah pada peristiwa mematikan,” pungkasnya.
Lihat Juga :