Tank Merkava untuk Pertama Kali Keluar Israel, Spesifikasinya Bikin Ukraina Ngiler

Senin, 19 Juni 2023 - 21:48 WIB
loading...
Tank Merkava untuk Pertama...
Israel sedang dalam pembicaraan untuk menjual tank Merkava bekas ke dua negara, termasuk satu di Eropa, yang akan menjadi ekspor pertama kendaraan lapis baja tersebut. Foto/Bulgarian Military/IDF
A A A
TEL AVIV - Tank Merkava, salah satu tank canggih di dunia milik Israel, untuk pertama kalinya bisa dimiliki negara lain. Ada 2 negara yang bakal menerima tank canggih Merkava, salah satunya adalah negara Eropa.

Israel sedang dalam pembicaraan untuk menjual tank Merkava bekas ke dua negara, termasuk satu di Eropa, yang akan menjadi ekspor pertama kendaraan lapis baja tersebut. Ada spekulasi negara Eropa penerima tank Merkava, adalah Ukraina, Turki, atau Kroasia.

“Ada dua negara potensial yang sedang mengadakan negosiasi lanjutan penjualan tank Mervaka. Saya dilarang menyebutkan nama (negara) mereka, tapi ada satu di benua Eropa,” kata Yair Kulas, Kepala Direktorat Kerjasama Pertahanan Internasional Kementerian Pertahanan Israel (SIBAT) dikutip dari laman Timesofisrael, Senin (19/6/2023).

Baca juga; Tank T-72 Bikin Maroko Terseret dalam Perang Rusia Ukraina

Potensi penjualan kemungkinan mencakup tank Merkava Mark 2 yang lebih tua dan beberapa tank Merkava Mark 3 yang menjadi tank tempur utama IDF (Pasukan Pertahanan Israel) pada 1990-an. Israel menjual tank Merkava Mark 2 dan Merkawa Mark 3 karena akan mengganti dengan tank yang lebih modern Merkava Mark 4.
Tank Merkava untuk Pertama Kali Keluar Israel, Spesifikasinya Bikin Ukraina Ngiler


Peluang ini membuat Ukraina yang sedang berperang dengan Rusia mengincar tank Merkava milik Israel. Namun, Bulgarian Military menyebutkan Israel menolak memberikan tank Merkava kepada Ukraina, tapi lebih memilih Siprus dan Maroko.

“Tank Merkava dikirim ke Siprus untuk menggantikan 41 tank T-80U / Inggris yang disumbangkan ke Ukraina. Termasuk untuk mengganti tank T-72B Maroko yang diekspor kembali ke Ukraina melalui pihak ketiga,” tulis Bulgarian Military mengutip akun Twitter Dana Levi.

Spesifikasi Tank Merkava

Merkava, yang berarti Kereta Perang dalam bahasa Ibrani, dibuat setelah Perang Enam Hari pada tahun 1967. Pengembangan tank Israel yang unik ini dimulai pada awal 1970-an, mengambil pelajaran dari Perang Yom Kippur pada tahun 1973 yang memainkan peran kunci.

Tank Merkava menonjol dari tank tempur utama lainnya karena desainnya yang unik. Mesinnya yang diposisikan di depan dan menara yang diposisikan di belakang meningkatkan pertahanannya.

Baca juga; Tank Merkava, Andalan Israel dalam Berbagai Pertempuran

Tank Merkava punya fungsi serbaguna, dengan kompartemen belakang yang dapat menampung hingga 10 tentara selain empat orang awaknya. Itu juga dapat diubah menjadi ambulans lapis baja jika diperlukan.

Tank Merkava varian Mark 1 dengan bobot 60 ton yang diperkenalkan pada tahun 1979 mampu melaju dengan kecepatan tertinggi 29 mil/jam (46,5 km/jam). Tank Merkava dibekali senjata utama meriam 105 mm dan tiga senapan mesin 7,62x51 mm, yang dapat menembakkan laser biasa dan laser peluru kendali anti-tank (LAHAT).

Pada tahun 1983, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mulai menerima varian Mark 2 yang ditingkatkan. Tank Merkava Mark 2 berevolusi dengan tambahan optik termal canggih dan lebih banyak baju besi, untuk meningkatkan perang malam dan daya tahannya.
Tank Merkava untuk Pertama Kali Keluar Israel, Spesifikasinya Bikin Ukraina Ngiler


Versi tank Merkava Mark 2D memperkenalkan paket armor komposit dengan bagian modular untuk memudahkan penggantian setelah kerusakan. Pada tahun 1989, varian tank Merkava Mark 3 menggunakan meriam utama 120 mm, mesin yang lebih kuat, dan kontrol tembakan serta optik yang ditingkatkan.

Baca juga; Hadang Tank Israel di Lebanon, Prajurit TNI Dapat Kenaikan Pangkat

Model ini 5 ton lebih berat, tetapi lebih cepat, mampu melaju hingga 37 mil per jam (60 kilometer per jam). Sejak 2009, IDF telah melengkapi dengan tank Merkava varian Mark 4 dengan Trophy Active Protection System (APS) yang melindungi tank dari peluru kendali anti-tank dan senjata anti-lapis baja infanteri lainnya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Alasan AS Hidupkan Kembali...
Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer
Kelemahan MQ-9 Reaper...
Kelemahan MQ-9 Reaper AS oleh Sistem Pertahanan Udara Iran Dibeberkan
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Rekomendasi
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Ducati hingga Tas Dior...
Ducati hingga Tas Dior Rampasan Kasus Korupsi K3 Bakal Dilelang KPK Desember 2026
Beda dengan Roy Suryo,...
Beda dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Tidak Ajukan Gugatan Praperadilan
Berita Terkini
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved