Raja Tutankhamun Ternyata Petarung Tangguh di Medan Perang, Bukan Firaun Lemah dan Sakit
Senin, 12 Juni 2023 - 15:14 WIB
loading...
Raja Tutankhamun selama ini digambarkan sebagai firaun muda yang lemah, namun ternyata dia adalah petarung tangguh di medan perang. Foto/SC Pen News/Daily Mail
A
A
A
KAIRO - Raja Tutankhamun dianggap sebagai firaun yang lemah dan sakit-sakitan karena bentuk kakinya yang cacat dan ditemukan tongkat dimakamnya. Namun, pendapat terbaru dari tiga pakar Mesir kuno menyatakan asumsi itu keliru karena Raja Tutankhamun adalah petarung tangguh di medan perang.
Pada ajang Cheltenham Science Festival yang dilaksanakan pekan lalu, para ahli berpendapat bahwa kaki pengkor pada Raja Tutankhamun mungkin akibat proses mumifikasi. Penggunaan resin dan perban yang ketat dapat mengubah bentuk kaki.
Sedangkan tulang tengah yang hilang di kedua kaki kirinya, terjadi ketika jenazahnya dipindahkan ke kotak pasir atau diambil oleh seseorang sebagai suvenir. “Ketika saya mempelajari Tutankhamun, saya tidak berpikir ada bukti dia cacat,” kata Sofia Aziz, seorang Egyptologist biomedis, dikutip SINDOnews dari laman Daily Mail, Senin (12/6/2023).
Baca juga; Kutukan Raja Tutankhamun, Berkembang di Antara Mitos dan Persaingan Terselubung
Sofia menjelaskan sebagian besar mumi yang dipelajari terlihat memiliki bentuk kaki melengkung. Penemuan sekitar 130 tongkat lengkap dan terfragmentasi dari berbagai bentuk dan desain, bukan untuk membantu mobilitasnya.
“Kakinya sejajar dengan sangat baik, jika dia memiliki kelainan bentuk, maka dia akan kesulitan berjalan. Perubahan bentuk itu adalah pseudo-patologis dan tongkat-tongkat itu hanyalah tanda kekuasannya,” tambah Sofia.
Dr Campbell Price, kurator Mesir di Museum Manchester, mendukung pendapat Sofia. Dia mengatakan, pendapat yang mengatakan Raja Tutankhamun merupakan raja laki-laki yang sakit-sakitan kemungkinan besar hanyalah mitos.
Pada ajang Cheltenham Science Festival yang dilaksanakan pekan lalu, para ahli berpendapat bahwa kaki pengkor pada Raja Tutankhamun mungkin akibat proses mumifikasi. Penggunaan resin dan perban yang ketat dapat mengubah bentuk kaki.
Sedangkan tulang tengah yang hilang di kedua kaki kirinya, terjadi ketika jenazahnya dipindahkan ke kotak pasir atau diambil oleh seseorang sebagai suvenir. “Ketika saya mempelajari Tutankhamun, saya tidak berpikir ada bukti dia cacat,” kata Sofia Aziz, seorang Egyptologist biomedis, dikutip SINDOnews dari laman Daily Mail, Senin (12/6/2023).
Baca juga; Kutukan Raja Tutankhamun, Berkembang di Antara Mitos dan Persaingan Terselubung
Sofia menjelaskan sebagian besar mumi yang dipelajari terlihat memiliki bentuk kaki melengkung. Penemuan sekitar 130 tongkat lengkap dan terfragmentasi dari berbagai bentuk dan desain, bukan untuk membantu mobilitasnya.
“Kakinya sejajar dengan sangat baik, jika dia memiliki kelainan bentuk, maka dia akan kesulitan berjalan. Perubahan bentuk itu adalah pseudo-patologis dan tongkat-tongkat itu hanyalah tanda kekuasannya,” tambah Sofia.
Dr Campbell Price, kurator Mesir di Museum Manchester, mendukung pendapat Sofia. Dia mengatakan, pendapat yang mengatakan Raja Tutankhamun merupakan raja laki-laki yang sakit-sakitan kemungkinan besar hanyalah mitos.

Lihat Juga :