Sesuai Al-Quran, Ilmuwan Percaya Seluruh Alam Semesta Bakal Musnah

Senin, 05 Juni 2023 - 06:54 WIB
loading...
Sesuai Al-Quran, Ilmuwan...
Ilmuwan percaya bahwa suatu saat alam semesta bakal hancur berkeping-keping. Foto: Live Science
A A A
JAKARTA - Mendiang Stephen Hawking tidak percaya keberadaan Tuhan. Tapi, sejumlah teori yang dia ungkapkan justru sama persis dengan Al-Quran . Salah satunya, teori bahwa segala sesuatu di alam semesta pasti akan menguap alias hancur berkeping-keping.

Al-Quran menggambarkan akhir alam semesta menyerupai awal pembentukannya. Ini digambarkan dalam surat Al-Anbiya ayat 104.

Allah SWT berfirman: "(yaitu) pada hari Kami gulung langit seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati. Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya."

Ungkapan ‘Kami gulung langit’, adalah cara pengungkapan yang sangat teliti sekali yang dimaksudkan untuk menggambarkan penyusutan alam semesta, karena energi yang terdapat di dalamnya telah melebihi batasan yang telah ditentukan.

Allah SWT dalam surat Ibrahim ayat 48 berfirman: "(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit."

Lubang Hitam yang Menguap

Pada 1974, Hawking berteori bahwa lubang hitam atau black hole akan menguap atau hancur. Teori itu dikenal sebagai radiasi Hawking. Yakni, pengurasan energi secara bertahap dalam bentuk partikel cahaya yang muncul di sekitar medan gravitasi lubang hitam yang sangat kuat.

Sekarang, update terbaru di teori tersebut menunjukkan bahwa radiasi Hawking tidak hanya diciptakan dengan mencuri energi dari lubang hitam, tetapi dari semua objek dengan massa yang cukup.

Artinya, segala sesuatu di alam semesta pada akhirnya akan lenyap, energinya perlahan-lahan keluar darinya dalam bentuk cahaya.

“Disimpulkan bahwa seluruh benda seperti sisa-sisa bintang mati dan benda besar lainnya di alam semesta, juga memiliki radiasi Hawking,” ujar Heino Falcke, profesor astrofisika di Universitas Radboud di Belanda.

Sebelumnya, radiasi Hawking ini dipercaya hanya dimiliki lubang hitam. Terutama di event horizon atau cakrawala peristiwa. Yakni, titik gravitasi dimana semua benda tidak bisa lolos dari lubang hitam, termasuk cahaya sekalipun.

“Dalam waktu yang sangat lama, itu akan menyebabkan segala sesuatu di alam semesta akhirnya menguap, seperti lubang hitam. Ini tidak hanya mengubah pemahaman kita tentang radiasi Hawking tetapi juga pandangan kita tentang alam semesta dan masa depannya," beber profesor Heino. Para peneliti menerbitkan temuan mereka pada 2 Juni di jurnal Physical Review Letters.

Distorsi Ruang Waktu

Menurut teori medan kuantum, tidak ada yang namanya ruang hampa kosong. Ruang hampa dipenuhi getaran kecil yang, jika diberi energi cukup, secara acak meledak menjadi partikel virtual. Sehingga menghasilkan kantung cahaya atau foton berenergi sangat rendah.

Dalam makalahnya yang diterbitkan pada 1974, Hawking meramalkan bahwa gaya gravitasi ekstrem yang dirasakan di mulut lubang hitam—event horizon—akan memunculkan foton dengan cara ini.

Gravitasi, menurut teori relativitas umum Einstein, mendistorsi ruang-waktu, sehingga medan kuantum semakin melengkung dan semakin dekat dengan tarikan gravitasi yang sangat besar dari singularitas lubang hitam.

Karena ketidakpastian dan keanehan mekanika kuantum, Hawking mengatakan bahwa pelengkungan ini menciptakan kantong yang tidak rata dengan waktu pergerakan yang berbeda dan lonjakan energi di seluruh medan.

Baca Juga: Astronom Tuding Lubang Hitam Jadi Pemicu Ledakan Terbesar di Alam Semesta

Ketidakcocokan energi ini membuat foton muncul di ruang yang terdistorsi di sekitar lubang hitam, menyedot energi dari medan lubang hitam sehingga mereka dapat muncul.

Jika partikel-partikel itu kemudian lolos dari lubang hitam, pencurian energi ini membuat Hawking menyimpulkan bahwa — dalam skala waktu yang jauh lebih lama dari usia alam semesta saat ini — lubang hitam pada akhirnya akan kehilangan semua energinya dan menghilang sepenuhnya.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
NASA Deteksi Sungai...
NASA Deteksi Sungai Eufrat Akan Kering Total pada Tahun 2040
Ilmuwan Temukan Fakta...
Ilmuwan Temukan Fakta Alam Eemesta Mengembang 10% Lebih Cepat dari Prediksi
Tinta Karbon dan Kulit...
Tinta Karbon dan Kulit Hewan Mewarnai Keunikan Al-Quran Berusia 1.000 Tahun
Jam Antarplanet untuk...
Jam Antarplanet untuk Mengukur Waktu di Alam Semesta Diciptakan
Ratusan Gempa Bumi Terdeteksi...
Ratusan Gempa Bumi Terdeteksi di Gletser Kiamat Antartika
Momen Vicky Shu Belajar...
Momen Vicky Shu Belajar Al-Fatihah Bahasa Isyarat Bersama Disabilitas Tunarungu
Kiamat Militer AS di...
Kiamat Militer AS di Timur Tengah? Iran Hancurkan 16 Pangkalan AS
Putra Suku Kokoda Dikukuhkan...
Putra Suku Kokoda Dikukuhkan Jadi Imam Muda di Papua
Rekomendasi
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Piala Dunia 2026 Masuk...
Piala Dunia 2026 Masuk Zona Bahaya
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
Infografis
Daftar Pejabat Amerika...
Daftar Pejabat Amerika Serikat yang Dilantik dengan Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved