China Hapus 1,4 Juta Postingan dan Tutup 67.000 Akun Media Sosial
Minggu, 28 Mei 2023 - 16:47 WIB
loading...
Ilustrasi aplikasi dari Tiongkok, WeChat. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Administrasi Cyberspace China (CAC) menyatakan, telah menghapus sebanyak 1,4 juta postingan selama penyelidikan dua bulan terhadap dugaan informasi yang salah, pencatutan ilegal, dan peniruan pejabat negara.
Tidak hanya itu, mereka juga menyatakan, telah menutup sebanyak 67.000 akun media sosial dan menghapus ratusan ribu posm antara 10 Maret dan 22 Mei, sebagai bagian dari kampanye "perbaikan" yang lebih luas.
"Sejak 2021, Cina telah menargetkan miliaran akun media sosial dalam upaya untuk membersihkan ruang maya dan memudahkan pihak berwenang untuk dikendalikan," tulis laman Gadgets360, dikutip Minggu (28/5/2023).
Baca juga: Tencent Digugat Kejaksaan China, Youth Mode di WeChat Penyebabnya
Akun yang ditargetkan mendapat tindakan keras itu adalah aplikasi populer, seperti WeChat, Douyin, dan Weibo.
"Beijing juga sering menangkap warga dan menyensor akun untuk menerbitkan atau berbagi informasi faktual yang dianggap sensitif atau kritis terhadap partai komunis, pemerintah atau militer," jelasnya.
Dijelaskan, dari 67.000 akun yang ditutup secara permanen, hampir 8.000 diturunkan untuk"menyebarkan berita palsu, rumor, dan informasi berbahaya. Sedang 930.000 akun lain menerima diberikan sanksi.
Tidak hanya itu, mereka juga menyatakan, telah menutup sebanyak 67.000 akun media sosial dan menghapus ratusan ribu posm antara 10 Maret dan 22 Mei, sebagai bagian dari kampanye "perbaikan" yang lebih luas.
"Sejak 2021, Cina telah menargetkan miliaran akun media sosial dalam upaya untuk membersihkan ruang maya dan memudahkan pihak berwenang untuk dikendalikan," tulis laman Gadgets360, dikutip Minggu (28/5/2023).
Baca juga: Tencent Digugat Kejaksaan China, Youth Mode di WeChat Penyebabnya
Akun yang ditargetkan mendapat tindakan keras itu adalah aplikasi populer, seperti WeChat, Douyin, dan Weibo.
"Beijing juga sering menangkap warga dan menyensor akun untuk menerbitkan atau berbagi informasi faktual yang dianggap sensitif atau kritis terhadap partai komunis, pemerintah atau militer," jelasnya.
Dijelaskan, dari 67.000 akun yang ditutup secara permanen, hampir 8.000 diturunkan untuk"menyebarkan berita palsu, rumor, dan informasi berbahaya. Sedang 930.000 akun lain menerima diberikan sanksi.
Lihat Juga :