Peringatan! Perubahan Iklim Picu Longsor Bawah Laut dan Tsunami Raksasa dari Antartika
Minggu, 28 Mei 2023 - 06:28 WIB
loading...
A
A
A
Para ilmuwan kembali ke daerah tersebut pada tahun 2018 dan mengebor jauh ke dasar laut untuk mengekstraksi inti sedimen. Dari silinder panjang dan tipis dari kerak bumi, menunjukkan lapis demi lapis sedimen sejarah geologis wilayah tersebut.
Dengan banyaknya lapisan sedimen yang terkubur di bawah dasar laut Antartika dan gletser di atas daratan perlahan mencair, ini berpotensi memicu tsunami. Para peneliti memperingatkan jika pencairan gletser menyebabkan tanah longsor dan tsunami di masa lalu, ini dapat terulang lagi di masa depan.
“Lapisan yang sama masih ada di landas kontinen luar, jadi siap untuk lebih banyak longsoran terjadi. Namun, berapa besarnya pemicu peristiwa tersebut berperan masih perlu diteliti lebih lanjut,” kata Robert McKay, Direktur Pusat Penelitian Antartika di Victoria University of Wellington.
Baca juga; Dasar Laut Merah Simpan Potensi Tsunami Besar, Mengancam Mesir dan Arab Saudi
Dengan menganalisis inti sedimen, diketahui lapisan lemah terbentuk selama dua periode, satu sekitar 3 juta tahun yang lalu pada periode hangat pertengahan Pliosen. Lapisan lainnya terbentuk 15 juta tahun yang lalu selama iklim optimal Miosen.
Dengan banyaknya lapisan sedimen yang terkubur di bawah dasar laut Antartika dan gletser di atas daratan perlahan mencair, ini berpotensi memicu tsunami. Para peneliti memperingatkan jika pencairan gletser menyebabkan tanah longsor dan tsunami di masa lalu, ini dapat terulang lagi di masa depan.
“Lapisan yang sama masih ada di landas kontinen luar, jadi siap untuk lebih banyak longsoran terjadi. Namun, berapa besarnya pemicu peristiwa tersebut berperan masih perlu diteliti lebih lanjut,” kata Robert McKay, Direktur Pusat Penelitian Antartika di Victoria University of Wellington.
Baca juga; Dasar Laut Merah Simpan Potensi Tsunami Besar, Mengancam Mesir dan Arab Saudi
Dengan menganalisis inti sedimen, diketahui lapisan lemah terbentuk selama dua periode, satu sekitar 3 juta tahun yang lalu pada periode hangat pertengahan Pliosen. Lapisan lainnya terbentuk 15 juta tahun yang lalu selama iklim optimal Miosen.
Lihat Juga :