Warga AS Pengguna TikTok Protes Soal Larangan Aplikasi Buatan China

Jum'at, 19 Mei 2023 - 20:38 WIB
loading...
Warga AS Pengguna TikTok...
TikTok dilarang di AS dan Kanada mengundang reaksi keras warga AS. FOTO/ DAILY
A A A
NEW YORK - Lima pengguna dan pembuat konten di TikTok telah setuju untuk mengajukan gugatan di Pengadilan Distrik Amerika Serikat (AS) di Montana.

BACA JUGA - China Sebut AS Tak Suka Melihat Teknologi Negara Lain Maju

Para pengguna meminta membatalkan larangan baru negara bagian atas penggunaan aplikasi milik China tersebut.

Ini mengikuti pelarangan TikTok di negara bagian itu efektif 1 Januari 2024, melalui undang-undang yang ditandatangani Gubernur Montana, Greg Gianforte, Rabu lalu.

Gugatan yang diajukan oleh lima pengguna TikTok adalah upaya untuk memblokir undang-undang, yang menjadikan aplikasi Alphabet Inc, Google, dan Apple Inc sebagai pelanggaran untuk menawarkan TikTok di negara bagian tersebut.

Mereka menunjuk Jaksa Agung Montana Austin Knudsen sebagai terdakwa dalam gugatan tersebut.

Dalam gugatan itu, mereka berpendapat Montana ingin menjalankan kekuasaan atas keamanan nasional, yang tidak dimiliki negara, dan ingin mengekang kebebasan berbicara, yang juga berada di luar yurisdiksinya.

Mereka juga menambahkan dalam gugatan bahwa pelaksanaan undang-undang tersebut melanggar hak Amandemen Pertama.

"Montana tidak dapat melarang warganya mengunggah atau menjelajahi TikTok karena pemiliknya atau ide yang diterbitkannya," menurut gugatan tersebut seperti dilansir dari Reuters, Jumat (19/5/2023).

Gugatan itu diberikan kepada Hakim Donald Molloy. Knudsen, bagaimanapun, belum memberikan komentar apapun sampai sekarang.

Aplikasi video TikTok kini digunakan oleh lebih dari 150 juta warga AS.

Sebelumnya, TikTok yang dimiliki oleh perusahaan teknologi China ByteDance menggambarkan larangan Montana sebagai pelanggaran hak Amandemen Pertama warga dengan melarang aplikasi tersebut secara ilegal.

Menurut perusahaan, pihaknya akan terus berupaya membela hak-hak konsumen di dalam dan di luar Montana.

Perwakilan dan pemimpin pemerintah di AS sebelumnya telah mendorong agar TikTok dilarang di seluruh negeri setelah kekhawatiran tentang potensi pengaruh pemerintah China melalui aplikasi tersebut.

Menurut perwakilan Republik Gianforte, RUU pelarangan akan terus menjadi prioritas dalam upaya mereka melindungi Montana dari pengaruh Partai Komunis China.

TikTok sebelumnya secara konsisten menyangkal pernah berbagi data dengan pemerintah China, dan bahwa perusahaan tidak akan melakukannya meskipun diminta.

TikTok dapat menghadapi denda karena menentang keputusan pemerintah negara bagian Montana dan denda tambahan sebesar USD10.000 per hari jika terus melanggar larangan tersebut.

American Civil Liberties Union (ACLU), bagaimanapun, mengecam undang-undang tersebut, mengklaim itu tidak konstitusional.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OnePlus Tersingkir dari...
OnePlus Tersingkir dari AS, Apple dan Samsung Untung Besar
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Rekomendasi
Kelakar Prabowo: Nanti...
Kelakar Prabowo: Nanti Ada Pertandingan Jenderal-Jenderal, Saya Wasitnya
PKS Ajak Gema Keadilan...
PKS Ajak Gema Keadilan Jadi Inkubator Pemimpin Muda
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Berita Terkini
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
500 Pairs Aset Kripto...
500 Pairs Aset Kripto Bantu Menavigasi Ekosistem Digital
Perkuat Pasar Teknologi...
Perkuat Pasar Teknologi Nasional, Bachrum Lubis Siap Pimpin StratLogic.AI Akselerasi Transformasi AI Indonesia
Infografis
China Batasi Durasi...
China Batasi Durasi Main Penggunaan Aplikasi TikTok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved