Fisikawan Jerman Ciptakan Reaktor Fusi Nuklir Stellarator

Jum'at, 19 Mei 2023 - 16:56 WIB
loading...
Fisikawan Jerman Ciptakan...
Alat fusi nuklir temuan fisikawan Jerman. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Fisikawan di Jerman, menemukan cara untuk meminimalkan masalah kehilangan panas utama yang mengganggu jenis reaktor fusi nuklir yang disebut "stellarator."

Dilansir dari The Space Academy, fusi nuklir terjadi ketika inti dua atom bergabung menjadi satu. Ini melepaskan energi yang sangat besar dan cukup untuk memberi daya pada matahari dan bintang-bintang lainnya.

"Jika kita dapat memanfaatkan kekuatan fusi nuklir di bumi, itu akan menjadi pengubah permainan absolut dalam pertempuran melawan perubahan iklim," tulis laman itu, dikutip Jumat (18/5/2023).

Baca juga: Inggris Berencana Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Fusi Nuklir Pertama

Menciptakan kembali fusi di bumi, mengharuskan para ilmuwan untuk memasukkan matahari ke dalam sebuah kotak. Fusion tidak menghasilkan emisi karbon (seperti pembakaran bahan bakar fosil) atau limbah radioaktif.

"Fusi nuklir hanya dapat terjadi di bawah panas dan tekanan yang ekstrem," sambungnya.

Fisikawan pemenang Nobel, Pierre-Gilles de Gennes mengatakan, menciptakannya kembali di bumi akan mengharuskan para ilmuwan untuk pada dasarnya memasukkan matahari ke dalam kotak.

Para ilmuwan telah merancang beberapa kotak yang berbeda, yakni reaktor fusi nuklir, yang dapat menciptakan kondisi yang dibutuhkan untuk fusi. Namun, hal ini membutuhkan lebih banyak energi.

"Stellarator adalah jenis reaktor fusi nuklir yang terlihat seperti donat besar yang telah diperas dan diputar keluar dari bentuk. Sebuah kumparan magnet mengelilingi stellarator, menciptakan medan magnet yang mengontrol aliran plasma di dalamnya," jelasnya.

Baca juga: Lewat Proses Fusi Nuklir, Matahari Buatan China Sangat Powerful

Dengan menundukkan plasma pada suhu dan tekanan yang ekstrem, stellarator dapat memaksa atom di dalamnya untuk menjalani fusi, dan dibandingkan dengan reaktor fusi lainnya, stellarator membutuhkan lebih sedikit daya.

Sekarang, para peneliti telah mengurangi kehilangan panas di stellarator terbesar dan paling canggih di dunia, yang disebut Wendelstein 7-X-dengan mengoptimalkan koil magnetiknya.

Dengan melakukan hal itu, mereka dapat memanaskan interior reaktor fusi nuklir mereka, hingga hampir 54 juta derajat fahrenheit, yang lebih dari dua kali lebih panas dari inti matahari.

"Ini adalah berita yang sangat menarik untuk Fusion bahwa desain ini telah berhasil. Ini jelas menunjukkan bahwa optimasi semacam ini dapat dilakukan," timpal fisikawan Novimir Pablant.
(san)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rakyat Jerman Dukung...
Rakyat Jerman Dukung Larang Penggunaan Sosmed untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Pembuangan Limbah Nuklir...
Pembuangan Limbah Nuklir Fukushima ke Laut Dihentikan setelah Gempa Besar di Jepang
Jerman Larang Penjualan...
Jerman Larang Penjualan Gas Tertawa kepada Anak-anak
Bahaya Kontaminasi Radiasi...
Bahaya Kontaminasi Radiasi Akan Meluas Jika Israel Serang 10 Fasilitas Nuklir Iran
Jamur Cladosporium Sphaerospermum...
Jamur Cladosporium Sphaerospermum Divonis Memakan Radiasi Nuklir Chernobyl
Reaktor Nuklir ARC Mirip...
Reaktor Nuklir ARC Mirip Teknologi Iron Man Hadir di AS
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Rekomendasi
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Kejari Jaksel Ungkap...
Kejari Jaksel Ungkap Alasan Kabulkan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Berita Terkini
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved