Keberatan Beban Gedung Pencakar Langit, Kota New York Perlahan Mulai Tenggelam
Kamis, 18 Mei 2023 - 23:07 WIB
loading...
A
A
A
“Tujuan dari makalah ini adalah untuk meningkatkan kesadaran bahwa setiap bangunan tinggi tambahan yang dibangun di pesisir, sungai, atau tepi danau dapat berkontribusi terhadap risiko banjir di masa depan,” tulis Tom Parsons dikutip SINDOnews dari laman ScienceAlert, Kamis (18/5/2023).
Secara teknis kasus ini disebut subsidensi, yaitu penurunan permukaan bumi secara bertahap atau tiba-tiba ini terjadi ketika sedimen lunak bergeser atau beban yang menahan tanah mendorongnya lebih dalam lagi. Memang ada banyak faktor penyebab, tetapi memasukan beban gedung bertingkat di atas kota masih jarang dipelajari.
Kota New York tentu saja tidak sendirian yang mengalami penurunan permukaan bumi. Sebuah studi tahun 2022 terhadap 99 kota pesisir di seluruh dunia menemukan bahwa penurunan muka tanah sebenarnya dapat menimbulkan masalah yang lebih besar.
Baca juga; Riset NTU Sebut Kota-kota Besar di Asia Tenggara Akan Tenggelam dalam Waktu Dekat
Namun, masalah ini kadang diabaikan, dibandingkan dengan masalah kenaikan permukaan laut. Misalnya, seperempat ibu kota Indonesia, Jakarta, diperkirakan bisa berada di bawah air pada tahun 2050, dengan sebagian kota tenggelam hampir 11 sentimeter per tahun karena ekstraksi air tanah.
Secara teknis kasus ini disebut subsidensi, yaitu penurunan permukaan bumi secara bertahap atau tiba-tiba ini terjadi ketika sedimen lunak bergeser atau beban yang menahan tanah mendorongnya lebih dalam lagi. Memang ada banyak faktor penyebab, tetapi memasukan beban gedung bertingkat di atas kota masih jarang dipelajari.
Kota New York tentu saja tidak sendirian yang mengalami penurunan permukaan bumi. Sebuah studi tahun 2022 terhadap 99 kota pesisir di seluruh dunia menemukan bahwa penurunan muka tanah sebenarnya dapat menimbulkan masalah yang lebih besar.
Baca juga; Riset NTU Sebut Kota-kota Besar di Asia Tenggara Akan Tenggelam dalam Waktu Dekat
Namun, masalah ini kadang diabaikan, dibandingkan dengan masalah kenaikan permukaan laut. Misalnya, seperempat ibu kota Indonesia, Jakarta, diperkirakan bisa berada di bawah air pada tahun 2050, dengan sebagian kota tenggelam hampir 11 sentimeter per tahun karena ekstraksi air tanah.

Lihat Juga :