4 Penyakit akibat Menghangatnya Suhu Bumi, dari Nyamuk Pembunuh hingga Virus Zombie Superbugs
Kamis, 18 Mei 2023 - 22:43 WIB
loading...
A
A
A
4. Virus Zombie Superbugs
Virus Zombie Superbugs adalah virus dan bakteri yang kebal terhadap antibiotik dan obat antivirus. Mereka adalah mimpi buruk bagi ahli mikrobiologi dan dokter, tetapi terutama untuk pasien yang terinfeksi.
Ketika suhu bumi menghangat, para ilmuwan khawatir terjadi pencairan tanah Arktik beku (permafrost) yang dapat mengaktifkan kembali penyakit dari mikroorganisme kuno yang telah dikunci dalam keadaan beku.
Satu gram tanah permafrost dapat mengandung ribuan spesies mikroba. Beberapa virus, mikroba, dan bakteri ini bisa resisten terhadap antibiotik.
Baca juga: Suhu Panas Ekstrem Lelehkan Landasan Pacu, Penerbangan di Inggris Ditangguhkan
"Para ilmuwan khawatir organisme permafrost yang tahan antibiotik dapat bertukar materi genetik dengan bakteri modern, menciptakan superbug," ungkapnya.
Sebuah studi yang dipimpin oleh penambang Kimberley dari Laboratorium Propulsi Jet NASA meneliti bahan biologis, kimia, dan radioaktif yang disimpan dalam es, salju, dan permafrost.
Para peneliti mencatat, bahwa mikroorganisme kuno di lingkungan Arktik dapat mengganggu ekosistem, membunuh satwa liar, dan menempatkan kesehatan manusia dalam risiko.
Studi menunjukkan sekitar dua pertiga dari permafrost di dekat permukaan tanah Arktik dapat dicairkan pada tahun 2100. Lebih dari tiga juta orang hidup di permafrost di lintang utara yang tinggi, dan perdagangan Arktik.
"Ini meningkatkan risiko manusia dapat terpapar bahaya yang muncul dan kemudian mengangkutnya secara global," tukasnya.
Virus Zombie Superbugs adalah virus dan bakteri yang kebal terhadap antibiotik dan obat antivirus. Mereka adalah mimpi buruk bagi ahli mikrobiologi dan dokter, tetapi terutama untuk pasien yang terinfeksi.
Ketika suhu bumi menghangat, para ilmuwan khawatir terjadi pencairan tanah Arktik beku (permafrost) yang dapat mengaktifkan kembali penyakit dari mikroorganisme kuno yang telah dikunci dalam keadaan beku.
Satu gram tanah permafrost dapat mengandung ribuan spesies mikroba. Beberapa virus, mikroba, dan bakteri ini bisa resisten terhadap antibiotik.
Baca juga: Suhu Panas Ekstrem Lelehkan Landasan Pacu, Penerbangan di Inggris Ditangguhkan
"Para ilmuwan khawatir organisme permafrost yang tahan antibiotik dapat bertukar materi genetik dengan bakteri modern, menciptakan superbug," ungkapnya.
Sebuah studi yang dipimpin oleh penambang Kimberley dari Laboratorium Propulsi Jet NASA meneliti bahan biologis, kimia, dan radioaktif yang disimpan dalam es, salju, dan permafrost.
Para peneliti mencatat, bahwa mikroorganisme kuno di lingkungan Arktik dapat mengganggu ekosistem, membunuh satwa liar, dan menempatkan kesehatan manusia dalam risiko.
Studi menunjukkan sekitar dua pertiga dari permafrost di dekat permukaan tanah Arktik dapat dicairkan pada tahun 2100. Lebih dari tiga juta orang hidup di permafrost di lintang utara yang tinggi, dan perdagangan Arktik.
"Ini meningkatkan risiko manusia dapat terpapar bahaya yang muncul dan kemudian mengangkutnya secara global," tukasnya.
(san)
Lihat Juga :