Jadi Tersangka Korupsi BTS Rp8 T, Johnny G. Plate Pernah Disentil Hacker Bjorka

Rabu, 17 Mei 2023 - 16:34 WIB
loading...
Jadi Tersangka Korupsi BTS Rp8 T, Johnny G. Plate Pernah Disentil Hacker Bjorka
Menkominfo Johnny G Plate bernah mendapat sentilan dari hacker Bjorka terkait kebocoran data. Foto: Sindonews/Arif Julianto
A A A
JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi penyediaan infrastruktur base transceiver station (BTS). Setelah ditetapkan tersangka, Johnny langsung digelandang ke Rutan Salemba Cabang Kejagung sambil mengenakan rompi pink.

Jauh sebelum tersandung kasus korupsi, Johnny sebenarnya pernah “disentil” hacker yang pernah ramai jadi perbincangan netizen Tanah Air, Bjorka. Tak tanggung-tanggung, hacker yang hingga saat ini tidak diketahui identitasnya itu menyebut Johnny sebagai, maaf, orang bodoh.

Ini dimulai ketika Johnny dengan tegas meminta Bjorka untuk menghentikan aksinya membocorkan data sensitif masyarakat Indonesia. Saat itu Bjorka langsung memberikan komentar pedas lewat situs hacker BreachForums dengan menyebut Kominfo bodoh.

Pesan Bjorka waktu itu berjudul "My Message to Indonesian Goverment" atau jika diterjemahkan artinya "Pesan Saya untuk Pemerintah Indonesia". Adapun isi pesan adalah "Stop Being An Idiot" atau "Berhenti Jadi Orang Bodoh".

Tidak hanya disentil, Johnny juga pernah mendapat pukulan telak dari Bjorka, di mana data pribadi pria kelahiran Nusa Tenggara Timur pada 1956 itu diungkap dan bisa diketahui dengan bebas oleh netizen.

Adapun data yang diungkap mencakup nama, NIK, alamat lengkap, agama, nama orangtua, hingga nomor telepon. Johhny sendiri sebelumnya diperiksa sebagai saksi Kejagung setelah menerima hasil kesimpulan penghitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).



Dalam perhitungan tersebut BPKP mencatat kerugian negara dalam proyek tersebut mencapai Rp 8.32 triliun. Nilai kerugian negara kasus BTS Kominfo ini berasal dari tiga sumber, yakni pertama, biaya penyusunan kajian pendukung tower BTS. Kedua, adanya mark-up biaya bahan baku pembangunan BTS dan biaya pembangunan tower BTS ini.
(dan)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.3670 seconds (0.1#10.140)