Data Center di Depok Klaim Pertama di ASEAN yang Punya Fitur Ini
Jum'at, 12 Mei 2023 - 11:29 WIB
loading...
A
A
A
Moses mengklaim, eksistensi 2 sertifikasi tersebut dapat menciptakan dampak positif bagi konsumen akan keamanan data yang mereka tempatkan di Area31. “Karena jelas membanggakan ada data center yang memiliki Certificate Rated 3 Facilities ANSI/TIA-94 dan pertama di ASEAN yang meraih Certificate ISO/IEC 22237 Availability Class 3 & Protection Class 3,” katanya.
Pasar Data Center Terus Meroket
Tren pertumbuhan data center di Indonesia diperkirakan akan terus berkembang seiring dengan bertambahnya permintaan terkait pusat data lokal.
Pusat data digunakan oleh perusahaan untuk melengkapi aplikasi serta menyimpan data penting mereka. Data center dirancang berdasarkan jaringan penyimpanan dan sumber daya komputasi yang memungkinkan transfer aplikasi dan data bersama.
Asia Tenggara sendiri merupakan salah satu pasar data center dengan pertumbuhan tercepat secara global, didorong peningkatan adopsi layanan cloud, kemunculan layanan 5G, dan adopsi teknologi canggih seperti kecerdasan buatan, big data, dan IoT. Pada 2021, Singapura mengakomodir lebih dari 55% dari total kapasitas pusat data di Asia Tenggara.
Baca Juga: Biznet Dukung Masyarakat Mewujudkan Semua Jadi Nyata melalui Campaign #IniBaruInternetRumah
Adapun pasar data center Indonesia bernilai USD1,7 miliar (Rp25 triliun) pada 2020 dan diperkirakan akan mencapai USD3,3 miliar (Rp48 triliun) pada 2026 dengan CAGR (Compound Annual Growth Rate) sebesar 11,4% selama periode perkiraan2021-2026.
Pasar Data Center Terus Meroket
![Data Center di Depok Klaim Pertama di ASEAN yang Punya Fitur Ini]()
Tren pertumbuhan data center di Indonesia diperkirakan akan terus berkembang seiring dengan bertambahnya permintaan terkait pusat data lokal.
Pusat data digunakan oleh perusahaan untuk melengkapi aplikasi serta menyimpan data penting mereka. Data center dirancang berdasarkan jaringan penyimpanan dan sumber daya komputasi yang memungkinkan transfer aplikasi dan data bersama.
Asia Tenggara sendiri merupakan salah satu pasar data center dengan pertumbuhan tercepat secara global, didorong peningkatan adopsi layanan cloud, kemunculan layanan 5G, dan adopsi teknologi canggih seperti kecerdasan buatan, big data, dan IoT. Pada 2021, Singapura mengakomodir lebih dari 55% dari total kapasitas pusat data di Asia Tenggara.
Baca Juga: Biznet Dukung Masyarakat Mewujudkan Semua Jadi Nyata melalui Campaign #IniBaruInternetRumah
Adapun pasar data center Indonesia bernilai USD1,7 miliar (Rp25 triliun) pada 2020 dan diperkirakan akan mencapai USD3,3 miliar (Rp48 triliun) pada 2026 dengan CAGR (Compound Annual Growth Rate) sebesar 11,4% selama periode perkiraan2021-2026.
(dan)
Lihat Juga :