Bahaya! Ketergantungan GPS, Sopir Taksi Online Rentan Alami Gangguan Kemampuan Spasial Otak
Senin, 08 Mei 2023 - 17:49 WIB
loading...
Ilustrasi GPS. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Para pekerja yang sehari-hari mengandalkan sinyal GPS pada aplikasi pengarah jalan di ponsel pintar perlu waspada. Terutama sopir taksi online yang kerap mengandalkan aplikasi penunjuk jalan atau peta online.
Para peneliti di Universitas McGill merilis hasil perbandingan 50 orang sopir yang mengandalkan GPS dan tidak menggunakan GPS saat bekerja. Hasilnya justru sangat memprihatinkan.
"Sopir yang menggunakan GPS secara ekstensif menyebabkan penurunan memori spasial daripada sebaliknya. Temuan ini signifikan dalam konteks meningkatnya ketergantungan masyarakat pada GPS," tulis laporan jurnal Nature, dikutip Senin (8/5/2023).
Baca juga: Pantauan Sinyal GPS Android, Pergerakan Warga Jateng Sangat Tinggi
Menurut Louisa Dahmani dari McGill University, penggunaan GPS untuk bernavigasi dari satu titik ke titik lain membuat penggunanya tidak memperhatikan lingkungan. Hal itu berbeda dengan sopir yang tidak menggunakan alat bantu navigasi.
Pasalnya dalam menuju arah yang diinginkan, para sopir yang tidak menggunakan GPS, biasanya akan mengandalkan dua cara, yakni bergantung memori spasial, serta pembelajaran posisi guna melakukan peta kognitif lingkungan.
Cara kedua adalah mengandalkan respons stimulus. Cara ini terkait dengan kemampuan navigasi otomatis, karena rute yang sering dilalui.
Para peneliti di Universitas McGill merilis hasil perbandingan 50 orang sopir yang mengandalkan GPS dan tidak menggunakan GPS saat bekerja. Hasilnya justru sangat memprihatinkan.
"Sopir yang menggunakan GPS secara ekstensif menyebabkan penurunan memori spasial daripada sebaliknya. Temuan ini signifikan dalam konteks meningkatnya ketergantungan masyarakat pada GPS," tulis laporan jurnal Nature, dikutip Senin (8/5/2023).
Baca juga: Pantauan Sinyal GPS Android, Pergerakan Warga Jateng Sangat Tinggi
Menurut Louisa Dahmani dari McGill University, penggunaan GPS untuk bernavigasi dari satu titik ke titik lain membuat penggunanya tidak memperhatikan lingkungan. Hal itu berbeda dengan sopir yang tidak menggunakan alat bantu navigasi.
Pasalnya dalam menuju arah yang diinginkan, para sopir yang tidak menggunakan GPS, biasanya akan mengandalkan dua cara, yakni bergantung memori spasial, serta pembelajaran posisi guna melakukan peta kognitif lingkungan.
Cara kedua adalah mengandalkan respons stimulus. Cara ini terkait dengan kemampuan navigasi otomatis, karena rute yang sering dilalui.
Lihat Juga :