Kurang Oksigen, Alasan Serangga Jarang Ditemukan di Laut

Minggu, 07 Mei 2023 - 12:15 WIB
loading...
Kurang Oksigen, Alasan...
Ilustrasi serangga. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Sejumlah ilmuwan dari Tokyo Metropolitan University menemukan alasan mengapa serangga sangat jarang ditemukan di lingkungan laut. Namun, sangat banyak ditemukan di daratan.

Dilansir dari Scitech Daily, serangga mengembangkan mekanisme kimia yang unik untuk mengeraskan cangkangnya yang menggunakan oksigen molekuler dan enzim yang disebut multicopper oxidase-2 (MCO2).

"Sekarang, mereka berpendapat bahwa ini memberi mereka kerugian di laut. Sementara itu, memberikan keuntungan yang membantu mereka di darat, menempatkan MCO2 di jantung evolusi eko-evolusi serangga," tulis laman itu, dikutip Minggu (7/5/2023).

Baca juga: Pasokan Oksigen Menipis, Pemerintah Bentuk Satgas Oksigen

Serangga adalah beberapa organisme paling sukses di planet ini. Mereka dikatakan merupakan biomassa paling banyak dari semua hewan terestrial dan memiliki dampak signifikan pada ekosistem global.

Namun, kelimpahan mereka cocok dengan kelangkaan mereka di laut. Sangat sedikit serangga yang memiliki rumah di laut. Hal ini sangat ironis, apalagi leluhur biologis mereka datang dari sana.

"Ini adalah misteri sains yang telah coba dijawab oleh para ilmuwan selama bertahun-tahun," sambungnya.

Namun, sejumlah peneliti dari Tokyo Metropolitan University yang dipimpin oleh Asisten Profesor Tsunaki Asano telah berhasil menemukan jawabannya dengan mengusut genetika evolusi serangga.

Baca juga: PUBG Mobile Sajikan Pertempuran Roket Berukuran Serangga

Filogenetik molekuler terbaru telah mengajarkan, bahwa baik krustasea dan serangga adalah bagian dari keluarga yang sama, yakni pankrustacea, dan bahwa serangga adalah cabang yang meninggalkan laut dan disesuaikan dengan tanah. Mereka berbagi fitur penting, sebuah exoskeleton yang terdiri dari lapisan lilin dan kutikula keras.

"Serangga beradaptasi dengan lingkungan terestrial, mereka mengembangkan gen unik yang menciptakan enzim yang disebut multicopper oxidase-2 (MCO2) yang membantu mereka mengeraskan kutikula mereka," jelasnya.

MCO2 memediasi reaksi, di mana oksigen molekuler mengoksidasi senyawa yang disebut katekolamin dalam kutikula. Kemudian mengubahnya menjadi agen yang mengikat dan mengeraskan permukaan.

"Ini berbeda dengan krustasea yang mengeraskan kutikula mereka menggunakan kalsium dari air laut sebagai gantinya. Ini membuat tanah jauh lebih cocok untuk serangga, karena kelimpahan oksigen. Laut sekarang merupakan lingkungan yang keras, karena kurangnya oksigen dan kelimpahan organismenya," sambungnya.

Tapi bukan hanya bahwa laut tidak lagi ramah untuk serangga. Pengerasan dan pengeringan kutikula melalui jalur MCO2 mengarah ke biomaterial yang tidak hanya protektif, tetapi juga ringan.
(san)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penelitian Mengejutkan,...
Penelitian Mengejutkan, Lebah Madu Juga Mengalami Gangguan Penciuman seperti Manusia
Spesies Baru Laba-laba...
Spesies Baru Laba-laba dengan Jenis Kelamin Ganda Ditemukan
Brasil Membuka Pabrik...
Brasil Membuka Pabrik Nyamuk Terbesar di Dunia
NASA Sebut Oksigen di...
NASA Sebut Oksigen di Bumi Akan Habis Lebih Cepat dari yang Diperkirakan
Deteksi Wabah Baru,...
Deteksi Wabah Baru, AS Sebar Ratusan Juta Lalat Screwworm
Serangga Cyborg Penyelamat:...
Serangga Cyborg Penyelamat: Saat Kumbang Jadi Harapan Terakhir untuk Temukan Korban di Bawah Reruntuhan
Dadan Hindayana Dinilai...
Dadan Hindayana Dinilai Perlu Buka Suara Merespons Kritik Publik
5 Fakta Menarik Belalang...
5 Fakta Menarik Belalang Setan, Cantik tapi Punya Cairan Beracun
Riwayat Pendidikan Dadan...
Riwayat Pendidikan Dadan Hindayana Kepala BGN yang Usulkan Serangga Jadi Menu Program MBG
Rekomendasi
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Infografis
5 Negara Penguasa Harta...
5 Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved