Serangga Cyborg Penyelamat: Saat Kumbang Jadi Harapan Terakhir untuk Temukan Korban di Bawah Reruntuhan
Jum'at, 11 Juli 2025 - 10:08 WIB
loading...
Ilmuwan Australia mengklaim bisa mengontrol kumbang menggunakan remote yang bisa digunakan untuk bencana. Foto: ist
A
A
A
AUSTRALIA - Di saat tim penyelamat berpacu dengan waktu, "pasukan" baru yang tak terduga kini tengah disiapkan di laboratorium. Bukan robot canggih atau anjing pelacak, melainkan sekelompok kumbang biasa yang telah ditransformasi menjadi "serangga cyborg".
Para peneliti di University of Queensland, Australia, telah berhasil menciptakan sebuah terobosan yang mirip film sains fiksi : memasang "ransel" microchip di punggung kumbang jenis Zophobas morio. Sehingga, memungkinkan mereka dikendalikan dari jarak jauh menggunakan controller video game.
Tujuannya? Mengirim pasukan mungil ini ke dalam celah-celah reruntuhan yang paling sempit dan berbahaya, tempat di mana robot tak mampu menjangkau dan anjing pelacak tak bisa masuk, untuk mencari tanda-tanda kehidupan.
Mengapa Kumbang, Bukan Robot?
Pertanyaan terbesar adalah, mengapa harus menggunakan serangga? Jawabannya terletak pada kegagalan fundamental dari teknologi robotik saat ini.
"Meskipun robot pada skala ini telah membuat kemajuan dalam pergerakan, transisi dari permukaan horizontal ke dinding tetap menjadi tantangan besar bagi mereka," ungkap Lachlan Fitzgerald, Asisten Peneliti dalam proyek ini.
Di sinilah kejeniusan alam mengambil alih. Kumbang, dengan anatomi yang telah disempurnakan selama jutaan tahun, memiliki kemampuan alami yang tak tertandingi.
Para peneliti di University of Queensland, Australia, telah berhasil menciptakan sebuah terobosan yang mirip film sains fiksi : memasang "ransel" microchip di punggung kumbang jenis Zophobas morio. Sehingga, memungkinkan mereka dikendalikan dari jarak jauh menggunakan controller video game.
Tujuannya? Mengirim pasukan mungil ini ke dalam celah-celah reruntuhan yang paling sempit dan berbahaya, tempat di mana robot tak mampu menjangkau dan anjing pelacak tak bisa masuk, untuk mencari tanda-tanda kehidupan.
Mengapa Kumbang, Bukan Robot?
![Serangga Cyborg Penyelamat: Saat Kumbang Jadi Harapan Terakhir untuk Temukan Korban di Bawah Reruntuhan]()
Pertanyaan terbesar adalah, mengapa harus menggunakan serangga? Jawabannya terletak pada kegagalan fundamental dari teknologi robotik saat ini.
"Meskipun robot pada skala ini telah membuat kemajuan dalam pergerakan, transisi dari permukaan horizontal ke dinding tetap menjadi tantangan besar bagi mereka," ungkap Lachlan Fitzgerald, Asisten Peneliti dalam proyek ini.
Di sinilah kejeniusan alam mengambil alih. Kumbang, dengan anatomi yang telah disempurnakan selama jutaan tahun, memiliki kemampuan alami yang tak tertandingi.
Lihat Juga :