AS Izinkan Penggunaan Pil yang Terbuat dari Kotoran Manusia, Obati Peradangan Usus
Senin, 01 Mei 2023 - 14:40 WIB
loading...
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (AS) atau Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui penggunaan pil yang diproduksi dari kotoran manusia. Foto/ilustrasi/InsideHook/Live Science
A
A
A
WASHINGTON - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (AS) atau Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui penggunaan pil yang diproduksi dari kotoran manusia. Ini adalah pengobatan turunan kotoran manusia kedua yang pernah disetujui, yang pertama adalah perawatan berbasis enema yang disetujui untuk digunakan pada Desember 2022.
Seperti pengobatan enema yang telah disetujui, pil yang baru disetujui yang disebut Vowst, juga mengandung bakteri hidup dan telah disetujui untuk digunakan pada orang berusia 18 tahun ke atas. Pil ini digunakan sebagai pengobatan pencegahan untuk infeksi berulang dengan bakteri Clostridioides difficile atau C. diff.
Clostridium difficile disebabkan oleh gangguan bakteri normal dan sehat dalam usus besar, umumnya dari antibiotik. Clostridium difficile juga dapat ditularkan antarmanusia melalui spora, kondisi ini menyebabkan kerusakan parah pada usus besar dan bahkan berakibat fatal.
Baca juga; Diagnosis Kunci Pengobatan Penyakit Langka
Gejala berupa diare, nyeri perut, dan demam. Penanganan berupa antibiotik. Meskipun ditangani dengan antibiotik, infeksi dapat menjangkit kembali. Pada kasus yang langka, operasi atau transplantasi tinja mungkin diperlukan.
Seperti pengobatan enema yang telah disetujui, pil yang baru disetujui yang disebut Vowst, juga mengandung bakteri hidup dan telah disetujui untuk digunakan pada orang berusia 18 tahun ke atas. Pil ini digunakan sebagai pengobatan pencegahan untuk infeksi berulang dengan bakteri Clostridioides difficile atau C. diff.
Clostridium difficile disebabkan oleh gangguan bakteri normal dan sehat dalam usus besar, umumnya dari antibiotik. Clostridium difficile juga dapat ditularkan antarmanusia melalui spora, kondisi ini menyebabkan kerusakan parah pada usus besar dan bahkan berakibat fatal.
Baca juga; Diagnosis Kunci Pengobatan Penyakit Langka
Gejala berupa diare, nyeri perut, dan demam. Penanganan berupa antibiotik. Meskipun ditangani dengan antibiotik, infeksi dapat menjangkit kembali. Pada kasus yang langka, operasi atau transplantasi tinja mungkin diperlukan.
Lihat Juga :