Airbus Resmikan Pusat Siklus Hidup Pesawat di China
loading...

Airbus dirikan siklus hidup pesawat di Kota Chengdu, China Barat Daya. FOTO/ AIRBUS
A
A
A
BEIJING - Airbus mendirikan sebuah pusat layanan siklus hidup pesawat di Kota Chengdu, China Barat Daya. Pendirian pusat itu menandai cakupan bisnis Airbus di China melalui seluruh rantai industri penerbangan.
BACA JUGA - Airbus Perkenalkan Konsep Pesawat Bermesin Hybrid
Sebagai pusat layanan siklus hidup pesawat pertama Airbus di luar Eropa, pusat layanan tersebut akan menyediakan layanan parkir, penyimpanan, pemeliharaan, peningkatan, modifikasi, pembongkaran, dan daur ulang untuk semua jenis pesawat, kata pihak Airbus.
Mencakup area seluas 717.000 meter persegi, pusat itu akan memiliki kapasitas untuk menampung 125 pesawat.
Seperti dilansir dari Xinhua News, pusat tersebut merupakan kolaborasi antara Airbus, TARMAC Aerosave, dan Aerotropolis Xingcheng Group, yang berbasis di Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan.
Airbus tahun lalu mendapat keuntungan operasi yang lebih kuat dari perkiraan. Produsen pesawat itu mengukuhkan keuntungannya hampir USD6 miliar – 16 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Pendapatan naik 13 persen menjadi hanya di bawah USD63 miliar. Peningkatan itu didorong oleh lebih banyaknya pengiriman pesawat hasil produksinya dibandingkan pada 2021 dan nilai dolar yang kuat.
BACA JUGA - Airbus Perkenalkan Konsep Pesawat Bermesin Hybrid
Sebagai pusat layanan siklus hidup pesawat pertama Airbus di luar Eropa, pusat layanan tersebut akan menyediakan layanan parkir, penyimpanan, pemeliharaan, peningkatan, modifikasi, pembongkaran, dan daur ulang untuk semua jenis pesawat, kata pihak Airbus.
Mencakup area seluas 717.000 meter persegi, pusat itu akan memiliki kapasitas untuk menampung 125 pesawat.
Seperti dilansir dari Xinhua News, pusat tersebut merupakan kolaborasi antara Airbus, TARMAC Aerosave, dan Aerotropolis Xingcheng Group, yang berbasis di Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan.
Airbus tahun lalu mendapat keuntungan operasi yang lebih kuat dari perkiraan. Produsen pesawat itu mengukuhkan keuntungannya hampir USD6 miliar – 16 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Pendapatan naik 13 persen menjadi hanya di bawah USD63 miliar. Peningkatan itu didorong oleh lebih banyaknya pengiriman pesawat hasil produksinya dibandingkan pada 2021 dan nilai dolar yang kuat.
Lihat Juga :