Pendaratan ke Bulan, Kegagalan Jepang dan Tuduhan Teori Konspirasi Amerika Serikat

Rabu, 26 April 2023 - 14:52 WIB
loading...
A A A
Pendaratan ke Bulan, Kegagalan Jepang dan Tuduhan Teori Konspirasi Amerika Serikat


Dia menuduh Amerika Serikat melakukan penipuan besar itu hanya karena ingin terlihat digdaya. Amerika Serikat tidak mau kehilangan muka dari Rusia yang memiliki sejarah emas di dunia antariksa.

Hanya saja memang membandingkan kondisi yang ada saat ini dengan kondisi sebelumnya bukanlah perbandingan yang adil. Apalagi mengaitkannya dengan tipu daya Amerika Serikat tentang pendaratan ke bulan.

"Hanya karena kita bisa sampai ke bulan 50 tahun yang lalu bukan berarti kita semakin mudah datang lagi. Sejujurnya kita masih dalam fase yang sangat dini dalam memahami bulan," ujar Csaba Palotai, Program Chair of Space Sciences Department of Aerospace, Physics and Space Sciences dari Florida Institute of Technology.

Dia mengatakan saat ini teknologi dan ilmu yang ada memang semakin canggih dan akseleratif. Hanya saja bulan tetap sebuah tempat yang memang belum begitu dipahami dengan baik.

Masih banyak kondisi di bulan yang tidak terduga. Mulai atmosfer yang sangat tipis, ketiadaan sinyal GPS di permukaan bulan, hingga faktor bahan bakar yang sangat menentukan.

NASA bahkan perlu melakukan panduan yang sangat komprehensif dari bumi buat astronot yang mendarat di bulan. Perlu perhitungan yang sangat teliti dan margin kesalahan yang sangat minim agar pesawat bisa berhasil mendarat.

Kemungkinan kesalahan itu yang dialami ispace saat mengirimkan HAKUTO-R ke permukaan bulan.

Csaba Palotai melanjutkan program pendaratan ke bulan juga makin berat seiring waktu. Apalagi kali ini NASA memang punya misi yang berbeda.

"NASA melalui Artemis ingin datang ke lokasi bulan yang belum terjangkau sebelumnya. Ini menjadi tantangan yang lebih besar lagi," jelas Csaba Palotai.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Siap Bangun Kapal...
Jepang Siap Bangun Kapal Perang Super Terbesar dalam Sejarah
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Jepang Menggunakan Monster...
Jepang Menggunakan Monster Serigala untuk Menghalau Beruang
Populasi Menyusut 15...
Populasi Menyusut 15 Juta Jiwa, Bertahan Hidupnya Industri Jepang Kini Bergantung Pada Robot
TV Panasonic Hilang...
TV Panasonic Hilang dari Pasaran, Jepang Kembali Kehilangan Ikon Elektronik
China Kembangkan Sistem...
China Kembangkan Sistem Penggerak Gelombang Mikro yang Mampu Matikan Satelit
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Rekomendasi
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Berita Terkini
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved