Modus Penipuan Baru Lebaran 2023: Admin Toko Gadungan di Google Maps
Kamis, 20 April 2023 - 19:25 WIB
loading...
A
A
A
“Minimal kakak pesan dulu sekarang, nanti jam 4 sore baru diambil,” ujar penipu dari tangkapan layar WhatsApp yang dibagikan Rachmat. Setelah itu, penipu meminta korban untuk mentransfer sebagian uang atau down payment.
Rachmat baru menyadari dirinya tertipu setelah mengetahui kondisi toko aslinya sedang tutup. “Seandainya memang butuh sparepart mobil, ada baiknya tetap datang langsung ke toko untuk transaksi agar tidak tertipu seperti saya,” ujar Rachmat.
Mengapa penipuan ini bisa terjadi? Salah satunya karena di momen mudik Lebaran 2023 banyak toko atau bengkel yang tutup. Karena itu pula, pegawai atau pemilik toko juga tidak terlalu mengecek akun Google Maps mereka.
Selain itu, kolom komentar di Google Maps memang bebas. Artinya, semua orang bisa memberikan testimonial, review, atau komentar. Karena itu mudah sekali bagi penipu untuk berpura-pura sebagai admin atau pemilik toko resmi.
Sontak postingan Rachmat mendapatkan banyak reaksi dari anggota Grup.
”Tempat di Google Maps yang jualan produk/jasa sering disatroni tukang tipu yang meninggalkan kontak dengan embel-embel ‘pemilik’, ‘akun resmi’, ‘asli pemilik’, dan lainnya,” beber Beryan Kandiawan.
Rachmat baru menyadari dirinya tertipu setelah mengetahui kondisi toko aslinya sedang tutup. “Seandainya memang butuh sparepart mobil, ada baiknya tetap datang langsung ke toko untuk transaksi agar tidak tertipu seperti saya,” ujar Rachmat.
Mengapa penipuan ini bisa terjadi? Salah satunya karena di momen mudik Lebaran 2023 banyak toko atau bengkel yang tutup. Karena itu pula, pegawai atau pemilik toko juga tidak terlalu mengecek akun Google Maps mereka.
Selain itu, kolom komentar di Google Maps memang bebas. Artinya, semua orang bisa memberikan testimonial, review, atau komentar. Karena itu mudah sekali bagi penipu untuk berpura-pura sebagai admin atau pemilik toko resmi.
Sontak postingan Rachmat mendapatkan banyak reaksi dari anggota Grup.
”Tempat di Google Maps yang jualan produk/jasa sering disatroni tukang tipu yang meninggalkan kontak dengan embel-embel ‘pemilik’, ‘akun resmi’, ‘asli pemilik’, dan lainnya,” beber Beryan Kandiawan.
Lihat Juga :