Papan Skor Permainan Bola Bangsa Maya Kuno, Batu Berukir Melingkar Ini Berusia 1.000 Tahun
Sabtu, 15 April 2023 - 20:21 WIB
loading...
A
A
A
Kehadirannya di papan skor, serta fakta bahwa cakram batu yang begitu mendetail dibuat, menyoroti pentingnya permainan tersebut bagi bangsa Maya. Permainan ini diperkirakan dimainkan untuk tujuan seremonial, mungkin untuk memperingati anggota masyarakat yang penting.
Beberapa laporan mengatakan bahwa abu pemimpin yang mati dimasukkan ke dalam bola untuk permainan tersebut. Pemain lain memakai hiasan kepala berbulu dan selempang dengan bunga di atasnya, dianggap teratai air.
Baca juga; Ilmuwan Dibuat Takjub, Material Piramida Suku Maya Berasal dari Perut Bumi
Pelota, yang berarti bola, adalah praktik tradisional masyarakat Mesoamerika, dan dimainkan dengan dua tim yang terdiri dari maksimal enam pemain di lapangan berbentuk I. Salah satunya ditampilkan di 'Casa Colorada', atau 'Colourful House', struktur tempat papan skor ditemukan.
Permainan yang berasal lebih dari 3.000 tahun yang lalu ini dimainkan dengan bola karet padat yang beratnya bisa mencapai 4 kg. Tujuannya adalah untuk mendapatkannya melalui lingkaran batu vertikal di kedua sisi lapangan.
Pemain akan menggunakan pinggul, paha, dan terkadang tongkat kayu untuk mengoper bola ke rekan satu tim dan mencetak poin. Tim juga akan kehilangan poin jika bola menyentuh tanah, dan satu pertandingan bisa bertahan hingga dua minggu.
Beberapa laporan mengatakan bahwa abu pemimpin yang mati dimasukkan ke dalam bola untuk permainan tersebut. Pemain lain memakai hiasan kepala berbulu dan selempang dengan bunga di atasnya, dianggap teratai air.
Baca juga; Ilmuwan Dibuat Takjub, Material Piramida Suku Maya Berasal dari Perut Bumi
Pelota, yang berarti bola, adalah praktik tradisional masyarakat Mesoamerika, dan dimainkan dengan dua tim yang terdiri dari maksimal enam pemain di lapangan berbentuk I. Salah satunya ditampilkan di 'Casa Colorada', atau 'Colourful House', struktur tempat papan skor ditemukan.
Permainan yang berasal lebih dari 3.000 tahun yang lalu ini dimainkan dengan bola karet padat yang beratnya bisa mencapai 4 kg. Tujuannya adalah untuk mendapatkannya melalui lingkaran batu vertikal di kedua sisi lapangan.
Pemain akan menggunakan pinggul, paha, dan terkadang tongkat kayu untuk mengoper bola ke rekan satu tim dan mencetak poin. Tim juga akan kehilangan poin jika bola menyentuh tanah, dan satu pertandingan bisa bertahan hingga dua minggu.

Lihat Juga :