Ada 14.000 Spesies Semut di Dunia, Rahasia Evolusinya Sejak 60 Juta Tahun Terungkap
Kamis, 13 April 2023 - 22:15 WIB
loading...
A
A
A
“Studi ini menunjukkan peran penting tumbuhan dalam membentuk ekosistem. Pergeseran dalam komunitas tumbuhan, berdampak pada hewan dan organisme lain yang bergantung pada tumbuhan ini,” kata Matthew Nelsen, pemimpin studi ini dikutip dari laman NewAtlas, Kamis (13/4/2023).
Untuk memodelkan evolusi semut, para peneliti membandingkan iklim tempat tinggal 1.435 spesies semut modern. Ditambah dengan rekonstruksi silsilah semut berskala waktu berdasarkan informasi genetik dan fosil semut yang diawetkan dalam damar.
Mereka memperoleh informasi serupa tentang tumbuhan dan kemudian membandingkan keduanya. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar semut purba menghuni habitat hutan hingga sekitar periode Paleogen pertengahan hingga akhir (66 hingga 23 juta tahun lalu) hingga Neogen awal (23 juta tahun lalu hingga sekarang).
Baca juga; Semut Ternyata Punya Media Sosial seperti Manusia
Saat itulah mereka mulai melakukan diversifikasi, dipengaruhi oleh evolusi tumbuhan hutan. “Sekitar waktu ini, beberapa tumbuhan di hutan ini berevolusi untuk mengeluarkan lebih banyak uap air melalui lubang kecil di daunnya,” ujar Nelsen.
Untuk memodelkan evolusi semut, para peneliti membandingkan iklim tempat tinggal 1.435 spesies semut modern. Ditambah dengan rekonstruksi silsilah semut berskala waktu berdasarkan informasi genetik dan fosil semut yang diawetkan dalam damar.
Mereka memperoleh informasi serupa tentang tumbuhan dan kemudian membandingkan keduanya. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar semut purba menghuni habitat hutan hingga sekitar periode Paleogen pertengahan hingga akhir (66 hingga 23 juta tahun lalu) hingga Neogen awal (23 juta tahun lalu hingga sekarang).
Baca juga; Semut Ternyata Punya Media Sosial seperti Manusia
Saat itulah mereka mulai melakukan diversifikasi, dipengaruhi oleh evolusi tumbuhan hutan. “Sekitar waktu ini, beberapa tumbuhan di hutan ini berevolusi untuk mengeluarkan lebih banyak uap air melalui lubang kecil di daunnya,” ujar Nelsen.
Lihat Juga :