AS Kembangkan Kamera Keamanan untuk Satelit Militer

Senin, 03 April 2023 - 22:48 WIB
loading...
AS Kembangkan Kamera...
Perusahaan infrastruktur luar angkasa Amerika Serikat (AS) Redwire mengembangkan kamera keamanan yang dapat dipasang di satelit militer untuk memantau potensi bahaya. Foto/Starfish Space
A A A
WASHINGTON - Perusahaan infrastruktur luar angkasa Amerika Serikat (AS) Redwire mengembangkan kamera keamanan yang dapat dipasang di satelit militer untuk memantau potensi bahaya. Perusahaan akan menginstal perangkat lunak pelacak ruang ExoAnalytic Solutions pada kamera navigasi di atas satelit di orbit

Redwire menawarkan teknologi ini kepada militer sebagai kamera keamanan yang dapat dipasang di satelit yang mampu bernavigasi dan bermanuver di dekat objek lain. Perusahaan akan memperbarui kamera dengan algoritme pelacakan luar angkasa sehingga dapat berfungsi sebagai kamera pengintai untuk satelit.

“Kami ingin mengunggah teknologi yang sama dengan yang digunakan ExoAnalytic untuk teleskop mereka di darat dan meletakkannya di kamera kami,” kata kepada Dean Bellamy, wakil presiden eksekutif perusahaan untuk ruang keamanan nasional kepada SpaceNews, Senin (3/4/2023).

Baca juga; China Kembangkan Satelit yang Mampu Menarik Satelit Lain ke Luar Orbit, Ini Cara yang Dipakai

ExoAnalytic adalah perusahaan pemantau ruang angkasa komersial yang mengoperasikan lebih dari 300 teleskop di seluruh dunia. Teknologi vision camera dikembangkan oleh Deep Space Systems, sebuah perusahaan yang pada tahun 2020 menjadi bagian dari Redwire.

Redwire segera mendemonstrasikan kamera keamanan ini dengan Starfish Space, sebuah startup layanan satelit. Kendaraan prototipe layanan Starfish, yang disebut Otter Pup, diluncurkan ke orbit rendah Bumi dengan Launcher Orbiter dalam misi rideshare SpaceX Falcon 9 yang dijadwalkan pada bulan Juni.

Otter Pup dibantu oleh kamera seukuran telapak tangan akan berusaha untuk bertemu dan berlabuh dengan Orbiter dalam latihan misi perpanjangan hidup satelit. Setelah tugas itu selesai, Redwire akan mengunggah algoritme pelacakan ruang ExoAnalytic ke kamera dan mencoba mengoperasikannya sebagai sensor kesadaran domain ruang.

“Sensor tersebut akan melakukan pelacakan bintang dan deteksi objek luar angkasa. Kamera memiliki pemrosesan dan penyimpanan on-board untuk dua katalog, satu untuk bintang dan satu lagi untuk objek luar angkasa,” kata Bellamy.

Baca juga; AS Kembangkan Satelit Pemburu, Targetkan Pesawat Luar Angkasa Musuh

Kamera yang dipasangkan dengan perangkat lunak ExoAnalytic, sebuah produk Redwire bernama Cerebro, akan memberikan opsi kepada produsen satelit untuk mengganti pelacak bintang. Dengan menggunakan dua kamera akan memberikan kesadaran kedekatan lokal 360 derajat dan kontrol.

Bellamy tidak membeberkan harga sensor Cerebro tersebut. Dia mengatakan Redwire memperkirakan bahwa setiap kamera, bergantung pada konfigurasinya, harganya harus kurang dari 1% dari harga rata-rata satelit di konstelasi yang ada.

Data ephemeris yang dikumpulkan di orbit pada lintasan benda ruang angkasa, dapat diserap ke dalam gudang Angkatan Luar Angkasa AS yang dikenal sebagai perpustakaan data terpadu. Versi kamera navigasi Redwire, yang dikembangkan berdasarkan kontrak dengan Lockheed Martin, terbang mengelilingi bulan dengan pesawat ruang angkasa Orion milik NASA untuk misi Artemis 1.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Buka Semua Data Soal UFO dan Alien
Alasan AS Hidupkan Kembali...
Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Rekomendasi
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved