Ini Cara Terbaik untuk Menikmati Komet Neowise di Indonesia

Minggu, 19 Juli 2020 - 15:20 WIB
loading...
Ini Cara Terbaik untuk...
LAPAN akan mulai mengamati Komet Neowise tanggal 21 Juli. Pada hari tersebut, bertepatan dengan pengamatan hilal bulan Dzulhijjah dan akan terus mengamati hingga mendapatkan hasil terbaik. Foto/Britannica.com
A A A
JAKARTA - Penampakkan Komet Neowise yang melintasi Bumi dalam waktu 6.800 tahun sekali juga bisa dinikmati oleh para penikmat astronomi di Indonesia. Di sini, komet baru dapat dilihat dengan mata telanjang mulai 19-25 Juli 2020 setelah matahari terbenam. (Baca juga: Muncul 6.800 Tahun Sekali, Komet Neowise Mau Melintasi Indonesia )

Secara kasat mata memang bisa dilihat dengan mata telanjang, tapi Komet Neowise akan semakin sulit dilihat di daerah yang memiliki polusi cahaya tinggi.

Mengutip laman Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) , momen tepat untuk mengobservasi Komet Neowise adalah pada 23 Juli 2020.

LAPAN sendiri akan mulai mengamati Komet Neowise tanggal 21 Juli. Pada hari tersebut, bertepatan dengan pengamatan hilal bulan Dzulhijjah dan akan terus mengamati hingga mendapatkan hasil terbaik.

Jika ingin mendapatkan hasil optimal saat mengamati komet Neowise, LAPAN menyarankan pecinta astronomi untuk memilih lokasi pengamatan arah Barat Laut yang bebas obstruksi, bebas dari polusi cahaya, dan memerhatikan jendela pengamatan. Tentunya menggunakan instrumen pengamatan dengan medan pandang luas.

Jika mengamati saat lintasan objek sangat redup, gunakan instrumen berfitur go-to dan tracking/guiding yang bagus. Lalu gunakan kecepatan rana (shutter speed) yang tidak terlalu panjang.

Ketika Komet Neowise redup, ambil citra yang sama berulang kali dan ambil citra kalibrasi (bias, dark, flat). Kemudian ditumpuk (stack) dan tidak lupa gunakanlah penyangga kaki tiga (tripod).
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Rekomendasi
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Meksiko dan Tradisi...
Meksiko dan Tradisi Start Sempurna di Piala Dunia
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved