Riset Sebut Hanya 39% Perusahaan di Indonesia yang Siap Hadapi Serangan Siber
Rabu, 29 Maret 2023 - 14:32 WIB
loading...
A
A
A
Metode survei yang dilakukan adalah Double-blind Survey yang dilakukan oleh pihak ketiga independen serta mengajukan pertanyaan ke 6.700 pemimpin keamanan siber pada sektor swasta. Perusahaan-perusahaan yang disurvei kemudian dikelompokkan dalam empat tingkat kesiapan yakni, Formati, Matang, Progresif, dan Pemula.
Melihat kesenjangan ini sangat signifikan terlihat jelas, 96 persen responden memperkirakan insiden keamanan siber akan mengganggu bisnis mereka dalam 12 hingga 24 bulan ke depan. Selain itu, mereka juga menggubris biaya yang dikeluarkan karena ketidaksiapan diprediksi sangat besar.
Terdapat 55 persen dari responden mengaku sudah mengalami insiden keamanan siber dalam 12 bulan terakhir, dan sebanyak 35 persen dari mereka yang terdampak untuk mengatakan insiden tersebut merugikan. Perusahaan-perusahaan yang mengalami terkena dampak insiden tersebut rugi kurang lebih USD500.000.
“Organisasi-organisasi harus berhenti melakukan pendekatan pertahanan dengan menggabungkan alat-alat dengan fungsi khusus, dan sebagai gantinya mempertimbangkan platform terintegrasi untuk mencapai ketahanan keamanan sekaligus mengurangi kompleksitas,” tegas Patel.
Melihat kesenjangan ini sangat signifikan terlihat jelas, 96 persen responden memperkirakan insiden keamanan siber akan mengganggu bisnis mereka dalam 12 hingga 24 bulan ke depan. Selain itu, mereka juga menggubris biaya yang dikeluarkan karena ketidaksiapan diprediksi sangat besar.
Terdapat 55 persen dari responden mengaku sudah mengalami insiden keamanan siber dalam 12 bulan terakhir, dan sebanyak 35 persen dari mereka yang terdampak untuk mengatakan insiden tersebut merugikan. Perusahaan-perusahaan yang mengalami terkena dampak insiden tersebut rugi kurang lebih USD500.000.
“Organisasi-organisasi harus berhenti melakukan pendekatan pertahanan dengan menggabungkan alat-alat dengan fungsi khusus, dan sebagai gantinya mempertimbangkan platform terintegrasi untuk mencapai ketahanan keamanan sekaligus mengurangi kompleksitas,” tegas Patel.
(wbs)
Lihat Juga :