Stonehenge untuk Mengenang Kematian Leluhur, Bukan Kalender Astronomi Kuno
Selasa, 28 Maret 2023 - 19:43 WIB
loading...
A
A
A
Magli dan Belmonte berpendapat bahwa lingkaran batu berdiri Stonehenge tidak cukup akurat untuk menentukan panjang tahun. Apalagi tidak ada apa pun di Stonehenge yang mewujudkan 12 bulan dalam setahun. Juga tidak ada bukti pertukaran budaya antara Inggris kuno dan Timur Dekat kuno.
Mereka berpikir tujuan utama Stonehenge adalah sebagai bagian dari lanskap seremonial prasejarah yang dibangun untuk mengenang leluhur yang telah meninggal. Penggalian menunjukkan bahwa banyak bagian berbeda dari kompleks megalitik yang luas digunakan untuk penguburan selama ratusan tahun.
Magli mengatakan ini mungkin menjelaskan keselarasannya dengan titik balik matahari musim dingin, yang tampaknya merupakan tanggal tahunan penting yang berkaitan dengan kematian di beberapa agama prasejarah. “Meskipun keselarasan titik balik matahari tahunan terbukti, namun Stonehenge tidak terlalu akurat untuk digunakan sebagai kalender,” katanya.
Baca juga; Ribuan Lubang Prasejarah Ditemukan di Sekitar Stonehenge, Fungsinya Bikin Terkejut
Pandangan Magli dan Belmonte bertolak belakang dengan penelitian Timothy Darvill, seorang profesor arkeologi dan pakar Stonehenge di Universitas Bournemouth di Inggris. Darvill menyebutkan, batu Stonehenge hampir sama dengan pengukuran yang digunakan untuk kalender matahari hari ini.
Mereka berpikir tujuan utama Stonehenge adalah sebagai bagian dari lanskap seremonial prasejarah yang dibangun untuk mengenang leluhur yang telah meninggal. Penggalian menunjukkan bahwa banyak bagian berbeda dari kompleks megalitik yang luas digunakan untuk penguburan selama ratusan tahun.
Magli mengatakan ini mungkin menjelaskan keselarasannya dengan titik balik matahari musim dingin, yang tampaknya merupakan tanggal tahunan penting yang berkaitan dengan kematian di beberapa agama prasejarah. “Meskipun keselarasan titik balik matahari tahunan terbukti, namun Stonehenge tidak terlalu akurat untuk digunakan sebagai kalender,” katanya.
Baca juga; Ribuan Lubang Prasejarah Ditemukan di Sekitar Stonehenge, Fungsinya Bikin Terkejut
Pandangan Magli dan Belmonte bertolak belakang dengan penelitian Timothy Darvill, seorang profesor arkeologi dan pakar Stonehenge di Universitas Bournemouth di Inggris. Darvill menyebutkan, batu Stonehenge hampir sama dengan pengukuran yang digunakan untuk kalender matahari hari ini.

Lihat Juga :