TikTok Bikin Kebijakan Baru Soal Penyalahgunakan Video AI untuk Hoax

Rabu, 22 Maret 2023 - 21:35 WIB
loading...
TikTok Bikin Kebijakan...
Video deepfake Elon Musk yang viral di sejumlah media sosial. Foto: dok Fox43
A A A
JAKARTA - TikTok melakukan pembaruan di Panduan Komunitas mereka, berupaya menghadapi hal-hal baru yang sedang viral. Salah satunya adalah maraknya video kecerdasan buatan atau AI yang disebut TikTok sebagai video/media sintetis.

Video AI ini terkadang memang sangat sulit dibedakan dengan aslinya. Sebab, AI bisa menyerupai wajah bahkan suara asli.

Misalnya saja, seseorang bisa membuat video AI yang memperlihatkan Elon Musk berkomentar negatif soal Indonesia. Karena teknologi AI yang semakin canggih, penonton akan mengira Elon Musk benar-benar mengatakan hal tersebut. Padahal, itu adalah video hoax.

Belakangan, hal ini semakin marak di media sosial dan bisa berbahaya apabila disalahgunakan dalam Pilpres 2024.

Karena itu, TikTok buru-buru menelurkan kebijakan soal ini. “Kami menerima kreativitas yang diciptakan oleh kecerdasan buatan (AI) baru dan teknologi digital lain,” tulis keterangan resmi mereka.

“Namun, AI dapat menyulitkan pengguna membedakan antara fakta dan fiksi, sehingga menghadirkan risiko individu dan sosial. Media sintetis atau dimanipulasi yang menampilkan adegan realistis harus diungkap secara jelas. Hal ini dapat dilakukan melalui penggunaan stiker atau caption, misalnya menyertakan kata ‘sintetis’, ‘palsu’, ‘tidak ’nyata’, atau ‘editan’,”.

TikTok menyebut bahwa mereka berupaya untuk memberikan keseimpangan antara kebebasan berekspresi yang dimiliki media sintetis dengan risiko bahaya bagi individu.

“Kami tidak mengizinkan media sintetis yang menyerupai seorang individu di dunia nyata yang bukan merupakan tokoh publik (tokoh biasa) tokoh privat asli. Meski kami memberikan kebebasan lebih bagi terkait tokoh publik, kami tidak ingin tokoh tersebut menjadi subjek penyalahgunaan, atau digunakan untuk menyesatkan pengguna tentang masalah politik atau keuangan,”.

TikTok Juga tidak mengizinkan media sintetis yang menyerupai tokoh publik jika kontennya digunakan untuk promosi atau yang pelanggaran melanggar kebijakan lainnya.

Termasuk juga larangan ujaran kebencian, eksploitasi seksual, dan bentuk pelecehan yang parah.

TikTok menyebut bahwa pembaruan terkait Panduan Komunitas ini dilakukan setelah berkonsultasi dengan lebih dari 100 organisasi di seluruh dunia, termasuk Regional Safety Advisory Councils, International Association for Suicide Prevention (IASP), dan anggota Komunitas TikTok.

Baca Juga: Google Hadirkan Fitur-fitur Baru yang Ditenagai AI, Mulai dari Gmail hingga Dokumen

“Pembaruan ini antara lain aturan tentang cara TikTok memperlakukan konten yang dibuat atau dimodifikasi dengan teknologi AI, menambahkan ‘suku’ sebagai atribut yang dilindungi dalam kebijakan TikTok, serta kinerja TikTok dalam melindungi integritas sipil dan pemilu, termasuk akun pemerintah, politisi, dan partai politik,”.

Panduan Komunitas nbaru ini akan diberlakukan mulai 21 April 2023. Selama beberapa bulan ke depan, TikTok pun akan memberi pelatihan tambahan kepada para moderator TikTok agar dapat membantu menegakkan aturan dan standar yang diperbarui ini secara efektif ketika panduan tersebut mulaidiberlakukan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
Elon Musk Prediksi AI...
Elon Musk Prediksi AI Akan Membuat Manusia Tak Perlu Bekerja
Apa yang Dilakukan Elon...
Apa yang Dilakukan Elon Musk dan Tim Cook saat Menemani Trump ke China?
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Rekomendasi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Kapolri: Hari Bhayangkara...
Kapolri: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Evaluasi dan Mendengar Masukan Masyarakat
Daftar Lengkap 32 Tim...
Daftar Lengkap 32 Tim Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Berita Terkini
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Robot Humanoid Mengemis...
Robot Humanoid Mengemis Meminta Sedekah untuk Mengisi Daya
Superkomputer LineShine...
Superkomputer LineShine China Raih Status Superkomputer Tercepat di Dunia
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
Era Baru Gim Blockbuster:...
Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Infografis
Donald Trump Minta 50%...
Donald Trump Minta 50% Saham TikTok untuk Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved