Rusia Luncurkan Satelit Militer Olymp-K-2, Begini 2 Kehebatannya
Senin, 13 Maret 2023 - 20:13 WIB
loading...
A
A
A
Karena ukurannya yang besar, Proton tidak pernah digunakan sebagai ICBM dan malah diubah menjadi kendaraan peluncuran luar angkasa. Roket Proton diusulkan sebagai alternatif roket N1 Soviet untuk meluncurkan misi berawak ke Bulan. Begitu besar ukurannya, roket Proton harus dipindahkan menggunakan kereta api.
Baca juga; Rusia Perbarui Sistem Navigasi Luar Angkasa, Luncurkan Satelit Terbaru Glonass-K
Tahap pertama roket Proton terdiri dari tangki pengoksidasi pusat dan dikelilingi enam tangki bahan bakar. Tahap pertama ditenagai oleh enam mesin RD-275 yang terpasang pada tangki bahan bakar, yang menghasilkan daya dorong maksimum 10.740 kN.
Tahap kedua ditenagai oleh tiga mesin RD-0210 bersama dengan satu mesin RD-0211, menghasilkan daya dorong maksimum 2.399 kN. Tahap kedua melekat pada tahap pertama dengan struktur kisi dan "tahap panas".
Roket tahap ketiga ditenagai oleh RD-58M, yang menghasilkan daya dorong maksimum 83,4 kN. Setiap pembakaran tahap roket Proton dipicu oleh kombinasi dimetilhidrazin tak simetris (UDMH) dan nitrogen tetroksida (N2O4).
Baca juga; Rusia Perbarui Sistem Navigasi Luar Angkasa, Luncurkan Satelit Terbaru Glonass-K
Tahap pertama roket Proton terdiri dari tangki pengoksidasi pusat dan dikelilingi enam tangki bahan bakar. Tahap pertama ditenagai oleh enam mesin RD-275 yang terpasang pada tangki bahan bakar, yang menghasilkan daya dorong maksimum 10.740 kN.
Tahap kedua ditenagai oleh tiga mesin RD-0210 bersama dengan satu mesin RD-0211, menghasilkan daya dorong maksimum 2.399 kN. Tahap kedua melekat pada tahap pertama dengan struktur kisi dan "tahap panas".
Roket tahap ketiga ditenagai oleh RD-58M, yang menghasilkan daya dorong maksimum 83,4 kN. Setiap pembakaran tahap roket Proton dipicu oleh kombinasi dimetilhidrazin tak simetris (UDMH) dan nitrogen tetroksida (N2O4).
(wib)
Lihat Juga :