NASA Yakin Menabrak Asteroid dengan Pesawat Ruang Angkasa Efektif Selamatkan Bumi dari Kiamat
Minggu, 05 Maret 2023 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Hasilnya menurut tim penguji yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Johns Hopkins Applied Physics Laboratory (APL) diketahui sangat efektif dalam mengubah lintasan asteroid . Mereka merekomendasikan serangan asteroid di masa depan bisa ditangkal dengan cara yang sama.
“Temuan ini menambah pemahaman mendasar kami tentang asteroid dan membangun landasan bagaimana umat manusia dapat mempertahankan Bumi dari asteroid yang berpotensi berbahaya dengan mengubah jalurnya," ujar Nicola Fox, NASA Associate Administrator for the Science Mission Directorate.
Baca juga : Ini Moge yang Harganya Tak Lebih Rp50 Juta, Bukan Cuma Mimpi
Dalam penelitian yang sama juga disebutkan metoda tersebut tidak memerlukan upaya analisa mendalam jika asteroid yang berbahaya ukurannya sama seperti Dimorphos. Diketahui Dimorphos tergolong kecil untuk sebuah asteroid karena memiliki diameter 160 meter. Beda dengan saudara kembarnya, Didymos yang ukuran diameternya mencapai 390 meter.
"Yang pasti keberhasilan DART membuktikan manusia memiliki harapan untuk terlindungi dari ancaman tabrakan asteroid," tulis keterangan jurnal itu dikutip dari situs resmi NASA.
“Temuan ini menambah pemahaman mendasar kami tentang asteroid dan membangun landasan bagaimana umat manusia dapat mempertahankan Bumi dari asteroid yang berpotensi berbahaya dengan mengubah jalurnya," ujar Nicola Fox, NASA Associate Administrator for the Science Mission Directorate.
Baca juga : Ini Moge yang Harganya Tak Lebih Rp50 Juta, Bukan Cuma Mimpi
Dalam penelitian yang sama juga disebutkan metoda tersebut tidak memerlukan upaya analisa mendalam jika asteroid yang berbahaya ukurannya sama seperti Dimorphos. Diketahui Dimorphos tergolong kecil untuk sebuah asteroid karena memiliki diameter 160 meter. Beda dengan saudara kembarnya, Didymos yang ukuran diameternya mencapai 390 meter.
"Yang pasti keberhasilan DART membuktikan manusia memiliki harapan untuk terlindungi dari ancaman tabrakan asteroid," tulis keterangan jurnal itu dikutip dari situs resmi NASA.
(wsb)
Lihat Juga :