Foxconn Siapkan Rp10 Triliun Bangun Pabrik iPhone di India, Serap 100.000 Tenaga Kerja
Sabtu, 04 Maret 2023 - 18:49 WIB
loading...
Langkah tersebut menandai ekspansi Foxconn yang akan menjadikan India sebagai China baru. Foto: Reuters
A
A
A
JAKARTA - Rekanan Apple untuk memproduksi iPhone, Foxconn Technology Group , berencana untuk menginvestasikan USD700 juta (Rp10 triliun) untuk membangun pabrik baru di India. Ini menandai ekspansi masif Foxconn di India sejak pertama membangun pabrik di negara tersebut pada 2019.
Foxconn agaknya terus mempercepat pembangunan pabrik di India agar tidak benar-benar tergantung dengan China. Saat ini, total kapasitas pabrik Foxconn di India masih kecil. Kurang dari 5 persen dibandingkan kapasitas produksi di China.
Karena itu, raksasa teknologi asal Taiwan tersebut berupaya untuk terus membangun pabrik baru. Pembangunan tersebut dilakukan karena ketegangan antara Washington-Beijing yang terus meningkat.
Pabrik baru Foxconn itu memiliki luas 121 hektar dan khusus untuk memproduksi iPhone dan sebagain kecil bisnis mobil listrik. Lokasinya dekat dengan bandara di Bengaluru, Karnataka.
Pembangunan pabrik ini merupakan salah satu pengeluaran terbesar Foxconn hingga saat ini di India. Juga, menegaskan bahwa China tidak lagi bisa “santai” dengan statusnya sebagai produsen elektronik konsumen terbesar di dunia.
Foxconn agaknya terus mempercepat pembangunan pabrik di India agar tidak benar-benar tergantung dengan China. Saat ini, total kapasitas pabrik Foxconn di India masih kecil. Kurang dari 5 persen dibandingkan kapasitas produksi di China.
Karena itu, raksasa teknologi asal Taiwan tersebut berupaya untuk terus membangun pabrik baru. Pembangunan tersebut dilakukan karena ketegangan antara Washington-Beijing yang terus meningkat.
Pabrik baru Foxconn itu memiliki luas 121 hektar dan khusus untuk memproduksi iPhone dan sebagain kecil bisnis mobil listrik. Lokasinya dekat dengan bandara di Bengaluru, Karnataka.
Pembangunan pabrik ini merupakan salah satu pengeluaran terbesar Foxconn hingga saat ini di India. Juga, menegaskan bahwa China tidak lagi bisa “santai” dengan statusnya sebagai produsen elektronik konsumen terbesar di dunia.
Lihat Juga :