Sejuta Cuitan Terkait WFH Dianalisis, 45% Ternyata Beri Sentimen Negatif
Selasa, 28 Februari 2023 - 18:18 WIB
loading...
A
A
A
Selepas Maret 2020, tren percakapan menurun tajam hingga pertengahan 2020 dengan beberapa kali fluktuasi di mana terjadi peningkatan September 2020, Oktober 2020, Januari 2021, Juli 2021, Februari 2022, Mei 2022, dan Desember 2020.
Isi percakapan
Guna menguliti isi percakapan, Pacmann mengekstraksi kolokasi dari data tekstual. Di dalam ilmu linguistik, kolokasi dapat didefinisikan sebagai sekelompok kata yang sering muncul bersama dan dapat memberi informasi penting tentang makna dan penggunaan kata-kata tersebut.
“Secara umum, ada empat kategori Pokok percakapan mengenai isu WFH, yakni Aktivitas, Kesehatan, Utilitas, dan Lainnya,” tutur Cahya.
Terpantau, kategori Utilitas memuat kolokasi paling banyak seperti "hemat transport", "irit jajan", "mati listrik", "menguras kuota", "putus koneksi", dan
"tagihan naik".
Sementara itu, kolokasi di kategori Kesehatan termasuk “berat badan naik”, “maag kambuh”, “nafsu makan bertambah”, dan “timbangan turun”. Selengkapnya lihat tabel di bawah ini.
Menyikapi WFH
Tentang isu WFH, Adit menyebut perusahaan perlu memiliki pemahaman matang mengenai kebutuhan karyawan akan fleksibilitas dan keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi, serta mengintegrasikan hal itu dalam tujuan bisnis perusahaan.
“Tidak ada satu pendekatan yang cocok untuk semua perusahaan atau industri, sehingga perusahaan perlu merancang kebijakan yang selaras dengan kebutuhan dan tujuan bisnis mereka, serta memastikan bahwa karyawan dapat bekerja dari mana pun secara efektif dan efisien,”beberAdit.
Isi percakapan
Guna menguliti isi percakapan, Pacmann mengekstraksi kolokasi dari data tekstual. Di dalam ilmu linguistik, kolokasi dapat didefinisikan sebagai sekelompok kata yang sering muncul bersama dan dapat memberi informasi penting tentang makna dan penggunaan kata-kata tersebut.
“Secara umum, ada empat kategori Pokok percakapan mengenai isu WFH, yakni Aktivitas, Kesehatan, Utilitas, dan Lainnya,” tutur Cahya.
Terpantau, kategori Utilitas memuat kolokasi paling banyak seperti "hemat transport", "irit jajan", "mati listrik", "menguras kuota", "putus koneksi", dan
"tagihan naik".
Sementara itu, kolokasi di kategori Kesehatan termasuk “berat badan naik”, “maag kambuh”, “nafsu makan bertambah”, dan “timbangan turun”. Selengkapnya lihat tabel di bawah ini.
Menyikapi WFH
Tentang isu WFH, Adit menyebut perusahaan perlu memiliki pemahaman matang mengenai kebutuhan karyawan akan fleksibilitas dan keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi, serta mengintegrasikan hal itu dalam tujuan bisnis perusahaan.
“Tidak ada satu pendekatan yang cocok untuk semua perusahaan atau industri, sehingga perusahaan perlu merancang kebijakan yang selaras dengan kebutuhan dan tujuan bisnis mereka, serta memastikan bahwa karyawan dapat bekerja dari mana pun secara efektif dan efisien,”beberAdit.
(dan)
Lihat Juga :