Branding yang Jitu dan Tepat Sasaran Bisa Auto Cuan! ft. @mariodevan
Jum'at, 17 Februari 2023 - 13:22 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu menjadi konten kreator kadang harus dihadapkan pada kenyataan bahwa hasil tidak selalu sesuai ekspektasi. Kadang konten yang sudah dirancang maksimal ternyata tidak mendapat respon yang diharapkan.
Sementara ketika menjadi mentor, Mario juga menemukan sejumlah kesulitan. Mulai dari menerima penolakan hingga dipersulit saat akan memberikan pendampingan pada komunitas.
“Kita kan masuk ke desa-desa ya. Ini ngapain sih saya harus ngeluarin duit segini. Ya kita harus jelasin, kalau di edukasi memang nggak langsung dapat impact. Beda dengan bangun jalan atau bangun pasar, ada nih bangunannya. Tapi kalau di edukasi kan setahun dua tahun baru bisa kita rasain”, tutur Mario saat menceritakan mengenai penolakan yang ia alami.
Namun berkecimpung sekian tahun di bidang ini, Mario Devan mampu mengatasi tantangan tersebut dan berhasil menuai sejumlah keuntungan. Mulai dari mendapat kontrak untuk produksi konten rutin, hingga menyaksikan kesuksesan komunitas dan individu yang ia bina. Sebuah tolak ukur keberhasilan yang tidak bisa dinilai dengan uang.
Berbicara soal branding dan digital marketing sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Mario selama kurang lebih 3 tahun terakhir. Menurutnya branding diperlukan untuk kehidupan sehari-hari, tidak hanya terbatas pada bisnis.
Baca juga : Memorabilia Otomotif Presiden Jokowi Mejeng di IIMS 2023
Terlebih di era digital dan sosial media, membangun personal branding menjadi kunci keberhasilan. “Branding sangat penting ya. Bahkan mau cari kerja, coba deh tanya HRD kalian. Pasti salah satunya dia ngecek sosmed kan. Itu kan sebenarnya personal branding juga, kita menjual diri buat kerja atau karier. Begitu juga dengan bisnis. Orang senang berbisnis dengan siapa orang di balik bisnisnya, jadi ada sosoknya,” tutur Mario Devan.
Sementara ketika menjadi mentor, Mario juga menemukan sejumlah kesulitan. Mulai dari menerima penolakan hingga dipersulit saat akan memberikan pendampingan pada komunitas.
“Kita kan masuk ke desa-desa ya. Ini ngapain sih saya harus ngeluarin duit segini. Ya kita harus jelasin, kalau di edukasi memang nggak langsung dapat impact. Beda dengan bangun jalan atau bangun pasar, ada nih bangunannya. Tapi kalau di edukasi kan setahun dua tahun baru bisa kita rasain”, tutur Mario saat menceritakan mengenai penolakan yang ia alami.
Namun berkecimpung sekian tahun di bidang ini, Mario Devan mampu mengatasi tantangan tersebut dan berhasil menuai sejumlah keuntungan. Mulai dari mendapat kontrak untuk produksi konten rutin, hingga menyaksikan kesuksesan komunitas dan individu yang ia bina. Sebuah tolak ukur keberhasilan yang tidak bisa dinilai dengan uang.
Berbicara soal branding dan digital marketing sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Mario selama kurang lebih 3 tahun terakhir. Menurutnya branding diperlukan untuk kehidupan sehari-hari, tidak hanya terbatas pada bisnis.
Baca juga : Memorabilia Otomotif Presiden Jokowi Mejeng di IIMS 2023
Terlebih di era digital dan sosial media, membangun personal branding menjadi kunci keberhasilan. “Branding sangat penting ya. Bahkan mau cari kerja, coba deh tanya HRD kalian. Pasti salah satunya dia ngecek sosmed kan. Itu kan sebenarnya personal branding juga, kita menjual diri buat kerja atau karier. Begitu juga dengan bisnis. Orang senang berbisnis dengan siapa orang di balik bisnisnya, jadi ada sosoknya,” tutur Mario Devan.
Lihat Juga :