Riset Terbaru : Main Game Ternyata Tidak Rusak Kemampuan Kognitif Anak

Selasa, 14 Februari 2023 - 07:15 WIB
loading...
Riset Terbaru : Main...
Bermain game memang tidak merusak kemampuan kognitif anak. Hanya saja penggunaannya tetap memerlukan pengawasan orang tua. Foto/IST
A A A
JAKARTA - Riset baru yang dilakukan oleh sekelompok peneliti menghasilkan fakta mengejutkan. Ternyata bermain game tidak merusak kemampuan kognitif anak. Hal itu bertentangan dengan anggapan yang ada saat ini bahwa anak-anak akan mengalami gangguan kognitif karena terlalu lama bermain game.

Jie Zhang, Profesor Kurikulum dan Pengajaran dari University of Houston College of Education mengatakan penelitian yang mereka lakukan tidak menemukan adanya hubungan kasuistis dari bermain video game dengan kerusakan kemampuan kognitif. Menurutnya hal itu tidak terkecuali pada jenis permainan dan berapa lama anak-anak bermain video game.

Penelitian tersebut mereka lakukan dengan mengamati 160 anak sekolah dasar yang mewakili kelompok anak-anak yang sering bermain video game . Pengamatan dilakukan dengan mempelajari kebiasaan mereka dalam bermain video game.

Dari situ diketahui kebanyakan anak-anak normalnya bermain video game selama 2,5 jam per hari. Namun ada juga yang sudah keranjingan bermain video game hingga 4,5 jam per hari.

Baca juga : Ini Daftar Negara Paling Aman dari Kiamat Nuklir, Ternyata Tetangga Indonesia

Riset Terbaru : Main Game Ternyata Tidak Rusak Kemampuan Kognitif Anak


Untuk mencari adanya hubungan antara bermain video dan kemampuan kognitif, peneliti kemudian meminta seluruh anak untuk menjalani ujian Cognitive Ability Test 7 (CogAT). Tes itu akan menilai kemampuan verbal, kuantitatif, dan keterampilan nonverbal atau spasial adari anak-anak.

Tes CogAT dipilih karena jadi ukuran standar dalam laporan yang dibuat oleh setiap guru mengenai perkembangan kemampuan anak saat berada di sekolah. Hasilnya dari ujian itu diketahui tidak ada relasi yang kuat bahwa kemampuan kognitif anak akan turun karena bermain video game.

"Hasil itu menunjukkan tidak adanya hubungan langsung antara bermain video game dan kinerja kognitif, terlepas dari apa yang telah diasumsikan," kata Jie Zhang.

Baca juga : Gara-gara Kebanyakan Main Ponsel, Wanita 30 Tahun Nyaris Buta Selamanya

Namun penelitian tersebut mengungkapkan sisi lain akan dampak video game pada anak-anak. Dalam penelitian itu diketahui beberapa video game memang berhasil membangun keterampilan kognitif orang yang memainkannya.

Apakah hal itu berarti anak-anak bisa terus bermain video game dengan lebih lama? Para peneliti justru mengingatkan bahwa waktu bermain game yang lama justru akan menjauhkan anak-anak dari kegiatan produktif lainnya. Misalnya pekerjaan rumah hingga kegiatan lain yagn lebih spesifik seperti olahraga.

"Setidaknya sekarang yang perlu dipahami dan jadi kunci adalah menemukan keseimbangan dalam perkembangan akasa kanak-kanak. Jadi tidak perlu terlalu khawatir pada video game," ujar Jie Zhang.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Game Mobile Action RPG...
Game Mobile Action RPG ‘The God of Highschool Legends’ Dirilis, GAMES+ Bidik Jadi Publisher Terkemuka
Pencipta Rockstar Games...
Pencipta Rockstar Games Sebut AI seperti Penyakit Sapi Gila
Roblox Akan Verifikasi...
Roblox Akan Verifikasi Usia untuk Batasi Interaksi Akun Dewasa dan Anak
Hadir di HoYo FEST 2025...
Hadir di HoYo FEST 2025 Surabaya, ASUS ROG Bikin Penasaran Fans Game Kota Pahlawan
ROG Exclusive Store...
ROG Exclusive Store Penuhi Kebutuhan Gamers dan Pecinta Teknologi Kota Pahlawan
Sambut A Minecraft Movie,...
Sambut A Minecraft Movie, Cinepolis Cinemas Luncurkan Virtual Cinema Experience
Gerindra Panggil Anggota...
Gerindra Panggil Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok saat Rapat Bahas Stunting
Cara Memaksimalkan Kombinasi...
Cara Memaksimalkan Kombinasi Skill Karakter Free Fire untuk Gaya Bermain Agresif maupun Pasif
CEO ITOXI Ungkap Alasan...
CEO ITOXI Ungkap Alasan Gandeng MNC Games Rilis The God of Highschool: Legends di Indonesia
Rekomendasi
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Berita Terkini
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Infografis
Mandikan Anak Terlalu...
Mandikan Anak Terlalu Sering Ternyata Bahaya, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved