Hadapi Ancaman Badai Luar Angkasa, Ilmuwan Ciptakan Matahari Mini dengan Gravitasi 1.000 Kali Lebih Kuat
Rabu, 01 Februari 2023 - 09:59 WIB
loading...
A
A
A
Para ilmuwan belum mengetahui detail secara pasti, kapan dan bagaimana badai ini terjadi. Untuk menjelaskan proses terjadinya badai matahari, para ilmuwan membuat matahari mini. Mereka menempatkan gas belerang di dalam bola kaca sebelum meledakkannya dengan gelombang mikro.
Ledakan ini mengubah menjadi plasma panas dengan suhu 5.000 derajat Fahrenheit atau 2.760 derajat Celcius. Gelombang suara yang dihasilkan oleh gas terionisasi yang berputar-putar bertindak sebagai pengganti gravitasi.
Baca juga; Mengenal Mesin Tokamak Terbesar di Dunia, Penghasil Energi Listrik dari Reaksi Fusi Nuklir
“Dengan menggunakan suara yang dihasilkan gelombang mikro dalam tabung plasma panas berbentuk bola, kami mencapai medan gravitasi yang 1.000 kali lebih kuat dari gravitasi Bumi,” ungkap John Koulakis, fisikawan di University of California, Los Angeles (UCLA).
Kemudian campuran yang terbakar menjadi pola yang sangat mirip dengan aliran plasma yang terlihat di permukaan matahari, dengan yang diprediksi sesuai teori. Dengan menangkap aliran ini di kamera, para ilmuwan berharap bahwa mereka mendapatkan wawasan tentang cara kerja dasar matahari.
Diketahui bahwa aktivitas matahari telah dilacak para astronom sejak 1775, naik dan turun menurut siklus kira-kira 11 tahun. Aktivitas matahari sangat tinggi baru-baru ini, dengan jumlah bintik matahari hampir dua kali lipat dari prediksi NOAA.
Ledakan ini mengubah menjadi plasma panas dengan suhu 5.000 derajat Fahrenheit atau 2.760 derajat Celcius. Gelombang suara yang dihasilkan oleh gas terionisasi yang berputar-putar bertindak sebagai pengganti gravitasi.
Baca juga; Mengenal Mesin Tokamak Terbesar di Dunia, Penghasil Energi Listrik dari Reaksi Fusi Nuklir
“Dengan menggunakan suara yang dihasilkan gelombang mikro dalam tabung plasma panas berbentuk bola, kami mencapai medan gravitasi yang 1.000 kali lebih kuat dari gravitasi Bumi,” ungkap John Koulakis, fisikawan di University of California, Los Angeles (UCLA).
Kemudian campuran yang terbakar menjadi pola yang sangat mirip dengan aliran plasma yang terlihat di permukaan matahari, dengan yang diprediksi sesuai teori. Dengan menangkap aliran ini di kamera, para ilmuwan berharap bahwa mereka mendapatkan wawasan tentang cara kerja dasar matahari.
Diketahui bahwa aktivitas matahari telah dilacak para astronom sejak 1775, naik dan turun menurut siklus kira-kira 11 tahun. Aktivitas matahari sangat tinggi baru-baru ini, dengan jumlah bintik matahari hampir dua kali lipat dari prediksi NOAA.

Lihat Juga :