Rusia Siap Tekan Tombol, China Beberkan Kelemahan Rudal Hipersonik
Kamis, 26 Januari 2023 - 09:10 WIB
loading...
Presiden Rusia, Vladimir Putin siap gunakan rudal hipersonik. FOTO/ DOK SOT
A
A
A
KIEV - Rudal hipersonik yang telah diuji coba oleh Rusia dan China, saat ini adalah senjata paling mematikan di dunia. Namun siap sangka senjata ini punya kelemahan dengan bandwidth WiFi .
BACA JUGA - Polandia Siap Kirim Senjata Paling Berbahaya di Eropa ke Ukraina
Peneliti di Shanghai Jiao Tong University, China telah membuat terobosan, yakni dengan memanfaatkan bandwidth yang digunakan oleh perangkat WiFi untuk dapat berkomunikasi dengan rudal hipersonik.
Rudal hipersonik diklaim sebagai game changer dalam peperangan di masa depan. Dengan kecepatan di atas Mach 5, maka rudal hipersonik, baik jelajah atau balistik yang dikembangkan oleh China dapat menghajar kapal induk yang berjarak 1.500 km, yang sadisnya rudal hipersonik diklaim dapat menghancurkan sasaran tanpa dapat dihalau oleh sistem pertahanan udara (hanud) di kapal perang permukaan.
Namun, saat rudal melesat di atas Mach 5, maka suhu di permukaan rudal bisa melebihi 2.000 derajat celcius. Dalam suhu sepanas itu, disekeliling rudal akan muncul selubung plasma yang menyebabkan matinya akses komunikasi radio.
Matinya komunikasi radio jelas bisa menimbulkan masalah serius, lantaran laju rudal tidak bisa dikoreksi dan rudal tidak bisa dibatalkan bila ada keputusan akhir yang berbeda untuk tidak menyerang sasaran yang ditentukan.
Seperti dilansir dari SCMP, tahun lalu, para insinyur militer Cina mengklaim bahwa mereka telah berhasil menembus penghalang plasma dengan menggunakan pemancar berkekuatan tinggi.
BACA JUGA - Polandia Siap Kirim Senjata Paling Berbahaya di Eropa ke Ukraina
Peneliti di Shanghai Jiao Tong University, China telah membuat terobosan, yakni dengan memanfaatkan bandwidth yang digunakan oleh perangkat WiFi untuk dapat berkomunikasi dengan rudal hipersonik.
Rudal hipersonik diklaim sebagai game changer dalam peperangan di masa depan. Dengan kecepatan di atas Mach 5, maka rudal hipersonik, baik jelajah atau balistik yang dikembangkan oleh China dapat menghajar kapal induk yang berjarak 1.500 km, yang sadisnya rudal hipersonik diklaim dapat menghancurkan sasaran tanpa dapat dihalau oleh sistem pertahanan udara (hanud) di kapal perang permukaan.
Namun, saat rudal melesat di atas Mach 5, maka suhu di permukaan rudal bisa melebihi 2.000 derajat celcius. Dalam suhu sepanas itu, disekeliling rudal akan muncul selubung plasma yang menyebabkan matinya akses komunikasi radio.
Matinya komunikasi radio jelas bisa menimbulkan masalah serius, lantaran laju rudal tidak bisa dikoreksi dan rudal tidak bisa dibatalkan bila ada keputusan akhir yang berbeda untuk tidak menyerang sasaran yang ditentukan.
Seperti dilansir dari SCMP, tahun lalu, para insinyur militer Cina mengklaim bahwa mereka telah berhasil menembus penghalang plasma dengan menggunakan pemancar berkekuatan tinggi.
Lihat Juga :