Teleskop James Webb Deteksi Es Terdingin di Alam Semesta, Berisi Bahan Penyusun Kehidupan

Rabu, 25 Januari 2023 - 17:24 WIB
loading...
Teleskop James Webb...
Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) telah mengamati dan mengukur es terdingin di jangkauan terdalam awan molekul antarbintang. Foto/UKRI/ESA/WEBB
A A A
FLORIDA - Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) telah mengamati dan mengukur es terdingin di jangkauan terdalam awan molekul antarbintang. Molekul beku bersuhu minus 440 derajat Fahrenheit atau minus 263 derajat Celcius akan membantu para ilmuwan memahami bagaimana planet yang dapat dihuni terbentuk.

Menurut penelitian baru yang diterbitkan 23 Januari 2023 di jurnal Nature Astronomy, awan molekuler, terdiri dari molekul beku, gas, dan partikel debu. Partikel ini berfungsi sebagai tempat kelahiran bintang dan planet, termasuk planet layak huni, seperti Bumi.

Dalam penelitian terbaru ini, tim ilmuwan menggunakan kamera infra merah JWST untuk menyelidiki awan molekul yang disebut Chameleon I, berjarak sekitar 500 tahun cahaya dari Bumi. Di dalam awan yang gelap dan dingin, tim mengidentifikasi molekul beku seperti karbonil belerang, amonia, metana, metanol, dan lainnya.

Baca juga; Survei Terbaru Galaksi Bima Sakti, Astronom Petakan 3,32 Miliar Objek Kosmik

Molekul-molekul ini suatu hari nanti akan menjadi bagian dari inti panas dari bintang yang sedang tumbuh, dan mungkin bagian dari planet ekstrasurya di masa depan. Mereka juga memegang bahan penyusun dunia yang dapat dihuni, seperti karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, dan belerang, campuran molekuler yang dikenal sebagai COHNS.

“Hasil kami memberikan wawasan tentang tahap awal, kimia gelap dari pembentukan es pada butiran debu antarbintang yang akan tumbuh menjadi kerikil berukuran sentimeter dari mana planet terbentuk,” kata Melissa McClure, astronom di Observatorium Leiden di Belanda, dikutip dari laman Live Science, Rabu (25/1/2023).

Bintang dan planet terbentuk di dalam awan molekuler seperti Chameleon I. Selama jutaan tahun, gas, es, dan debu runtuh menjadi struktur yang lebih masif. Beberapa dari struktur ini memanas menjadi inti bintang muda.

Saat bintang tumbuh, mereka menyapu lebih banyak materi dan menjadi semakin panas. Begitu bintang terbentuk, sisa gas dan debu di sekitarnya membentuk piringan. Sekali lagi, materi ini mulai bertabrakan, saling menempel dan akhirnya membentuk tubuh yang lebih besar.

Baca juga; Inti Bumi Berhenti Berputar dan Berbalik Arah, Ilmuwan Antisipasi Dampaknya pada Kehidupan

Suatu hari nanti, gumpalan ini bisa menjadi planet. Bahkan yang layak huni seperti milik kita. "Pengamatan ini membuka jendela baru pada jalur pembentukan molekul sederhana dan kompleks yang diperlukan untuk membuat bahan penyusun kehidupan," kata McClure.

Diketahui JWST mengirimkan gambar pertamanya pada Juli 2022, dan para ilmuwan saat ini menggunakan instrumen teleskop senilai USD10 miliar untuk mendemonstrasikan berbagai jenis pengukuran objek luar angkasa.
Teleskop James Webb Deteksi Es Terdingin di Alam Semesta, Berisi Bahan Penyusun Kehidupan


Untuk mengidentifikasi molekul di dalam Chameleon I, peneliti menggunakan cahaya dari bintang yang terletak di luar awan molekul. Saat cahaya bersinar ke arah kita, dia diserap dengan cara yang khas oleh debu dan molekul di dalam awan. Pola penyerapan ini kemudian dapat dibandingkan dengan pola yang diketahui yang ditentukan di laboratorium.

Tim juga menemukan molekul yang lebih kompleks yang tidak dapat mereka identifikasi secara spesifik. Tetapi temuan ini membuktikan bahwa molekul kompleks memang terbentuk di awan molekuler sebelum digunakan oleh bintang yang sedang tumbuh.

Baca juga; Spesifikasi Teleskop Luar Angkasa James Webb NASA, Punya 18 Cermin Berlapis Emas

“Ini yang pertama dari serangkaian snapshot spektral yang akan kami peroleh untuk melihat bagaimana es berevolusi dari sintesis awal ke pembentuk komet di piringan protoplanet,” ujar McClure.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apakah Kehidupan di...
Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?
Jawaban Mengapa Planet...
Jawaban Mengapa Planet Saudara Bumi Kehilangan Semua Airnya Terkuak!
Fenomena Alam Juli 2025:...
Fenomena Alam Juli 2025: Matahari Lambat Terbenam hingga Jarak Bumi Semakin Menjauh
lmuwan China Temukan...
lmuwan China Temukan Planet Bumi Super
Sesuatu yang Tersembunyi...
Sesuatu yang Tersembunyi di Pluto Akhirnya Terpecahkan
Objek Baru Berbentuk...
Objek Baru Berbentuk seperti Bola Ditemukan di Luar Angkasa
BRIN Segera Memiliki...
BRIN Segera Memiliki Observatorium Nasional Terbaik di Asia
Kamar Bersuhu Dingin...
Kamar Bersuhu Dingin Bikin Tidur Berkualitas, Ini Manfaat dan Risikonya bagi Kesehatan
BMKG: Suhu Dingin di...
BMKG: Suhu Dingin di Pulau Jawa Bukan karena Fenomena Aphelion
Rekomendasi
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Berita Terkini
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved