Bos Intel Sebut Chipset Semikonduktor Akan Lebih Penting dari Minyak
Jum'at, 20 Januari 2023 - 02:39 WIB
loading...
Semikonduktor akan masuk ke dalam daftar signifikan pengaruh politik global layaknya minyak, tanah, dan agama. FOTO/ DAILY
A
A
A
TEXAS - Bos Intel, Pat Gelsinger baru-baru ini mengatakan chipset semikonduktor akan menjadi lebih penting dariminyak untuk lima dekade mendatang.
BACA JUGA - HPM Angkat Suara Soal Kelangkaan Chip Semikonduktor
Semikonduktor menurutnya akan masuk ke dalam daftar signifikan pengaruh politik global layaknya minyak, tanah, dan agama.
Seperti diolah dari TechSpot, Kamis (19/1/2023), dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Gelsinger mencatat bahwa lokasi cadangan minyak telah menentukan geopolitik selama 50 tahun terakhir.
Tetapi akan ada faktor yang lebih penting selama setengah abad ke depan yakni rantai pasokan semikonduktor.
Untuk itu, selain mendirikan fasilitasnya yang besar di Oregon, New Mexico, dan juga memperluas pabrik lainnya di Arizona, Intel juga saat ini tengah membangun fasilitas baru di Ohio sambil memperluas operasi internasionalnya di sejumlah negara, termasuk Israel, Irlandia, Malaysia, Jerman, dan Italia.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka turut menginvestasikan USD20 miliar atau setara Rp302 triliun di dua pabrik di Amerika Serikat dan hingga USD90 miliar atau Rp1,3 kuadriliun di pabrik-pabrik Eropa yang baru untuk bukan hanya menguntungkan Intel tapi juga globalisasi sumber daya paling penting bagi masa depan dunia.
BACA JUGA - HPM Angkat Suara Soal Kelangkaan Chip Semikonduktor
Semikonduktor menurutnya akan masuk ke dalam daftar signifikan pengaruh politik global layaknya minyak, tanah, dan agama.
Seperti diolah dari TechSpot, Kamis (19/1/2023), dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Gelsinger mencatat bahwa lokasi cadangan minyak telah menentukan geopolitik selama 50 tahun terakhir.
Tetapi akan ada faktor yang lebih penting selama setengah abad ke depan yakni rantai pasokan semikonduktor.
Untuk itu, selain mendirikan fasilitasnya yang besar di Oregon, New Mexico, dan juga memperluas pabrik lainnya di Arizona, Intel juga saat ini tengah membangun fasilitas baru di Ohio sambil memperluas operasi internasionalnya di sejumlah negara, termasuk Israel, Irlandia, Malaysia, Jerman, dan Italia.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka turut menginvestasikan USD20 miliar atau setara Rp302 triliun di dua pabrik di Amerika Serikat dan hingga USD90 miliar atau Rp1,3 kuadriliun di pabrik-pabrik Eropa yang baru untuk bukan hanya menguntungkan Intel tapi juga globalisasi sumber daya paling penting bagi masa depan dunia.
Lihat Juga :