Mengenal Efek Magnus dalam Permainan Sepak Bola
Sabtu, 24 Desember 2022 - 14:31 WIB
Efek Magnus paling mudah ditemukan dalam olahraga, seperti sepak bola, yang secara gampang bisa dilihat dan dikenal dengan tendangan pisang atau tendangan melengkung.Foto/the Guardian/hhssoaringeagle
JAKARTA - Efek Magnus paling mudah ditemukan dalam olahraga, seperti sepak bola , yang secara gampang bisa dilihat dan dikenal dengan tendangan pisang atau tendangan melengkung. Bola yang ditendang membentuk lintasan kurva di udara, secara ilmiah dalam ilmu fisika disebut sebagai efek Magnus.
Salah satu efek Magnus yang paling mengesankan dalam sepak bola adalah tendangan bebas Roberto Carlos pada ajang Turnoi de France pada 3 Juni 1997. Bek kiri Brasil melepaskan tendangan bebas dari jarak 35 meter menembus tembok hidup Prancis.
Kiper Fabian Barthez hanya terpaku melihat bola bergerak aneh di udara, sebelum berbelok masuk ke gawangnya. Secara fisika fenomena itu dikenal sebagai efek Magnus yang dipadukan dengan turbulensi.
Baca juga; Cara Kerja Teknologi VAR di Pertandingan Sepak Bola, Mengapa Sangat Mahal?
Dikutip dari laman scienceabc, efek Magnus adalah fenomena fisika di mana benda berputar di udara atau fluida lain, menciptakan zona bertekanan rendah di satu sisi dan zona bertekanan tinggi di sisi lain. Perbedaan tekanan ini menimbulkan gaya yang mendorong benda ke arah zona bertekanan rendah.
Dinamakan efek Magnus, diambil dari nama fisikawan dan kimiawan Jerman HG Magnus, yang pertama kali menyelidiki fenomena tersebut pada 1853. Meskipun Sir Issac Newton pada tahun 1671 sudah menemukan fenomena ini ketika menyaksikan permainan tenis, namun Magnus yang secara kualitatif mendeskripsikan fenomena tersebut.
Salah satu efek Magnus yang paling mengesankan dalam sepak bola adalah tendangan bebas Roberto Carlos pada ajang Turnoi de France pada 3 Juni 1997. Bek kiri Brasil melepaskan tendangan bebas dari jarak 35 meter menembus tembok hidup Prancis.
Kiper Fabian Barthez hanya terpaku melihat bola bergerak aneh di udara, sebelum berbelok masuk ke gawangnya. Secara fisika fenomena itu dikenal sebagai efek Magnus yang dipadukan dengan turbulensi.
Baca juga; Cara Kerja Teknologi VAR di Pertandingan Sepak Bola, Mengapa Sangat Mahal?
Dikutip dari laman scienceabc, efek Magnus adalah fenomena fisika di mana benda berputar di udara atau fluida lain, menciptakan zona bertekanan rendah di satu sisi dan zona bertekanan tinggi di sisi lain. Perbedaan tekanan ini menimbulkan gaya yang mendorong benda ke arah zona bertekanan rendah.
Dinamakan efek Magnus, diambil dari nama fisikawan dan kimiawan Jerman HG Magnus, yang pertama kali menyelidiki fenomena tersebut pada 1853. Meskipun Sir Issac Newton pada tahun 1671 sudah menemukan fenomena ini ketika menyaksikan permainan tenis, namun Magnus yang secara kualitatif mendeskripsikan fenomena tersebut.
Lihat Juga :