Ilmuwan Gunakan Laser Terbesar di Dunia LIGO untuk Deteksi Alien
Kamis, 22 Desember 2022 - 20:35 WIB
Para ilmuwan mengusulkan penggunaan Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO) untuk mendeteksi pesawat ruang angkasa alien raksasa. Foto/Live Science/MIT
WASHINGTON - Para ilmuwan mengusulkan penggunaan observatorium gelombang gravitasi terbesar atau Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO) untuk mendeteksi pesawat ruang angkasa alien raksasa. Para ilmuwan beralasan gelombang gravitasi keluar ketika benda bermassa besar bergerak melalui ruang-waktu.
Objek yang lebih besar, seperti planet, bintang neutron, atau lubang hitam, menghasilkan gelombang gravitasi yang lebih menonjol. Begitu juga pesawat ruang angkasa alien kolosal yang bergerak dengan kecepatan tinggi, juga akan menghasilkan getaran tanda riak-riak di ruang-waktu yang tertinggal.
Detektor akan mencari riak di jalinan ruang-waktu yang tertinggal di belakang pesawat ruang angkasa. Detektor LIGO akan menangkap gelombang gravitasi dari distorsi kecil yang mereka buat dalam ruang-waktu saat mereka melewatinya.
Baca juga; Satelit Jepang Bersihkan Sampah Ruang Angkasa Pakai Laser
LIGO yang berada di Situs Hanford, AS, terdiri dari dua detektor berbentuk L yang berpotongan, masing-masing dengan dua lengan sepanjang 4 kilometer dan dua sinar laser yang identik di dalamnya. Percobaan dirancang sedemikian rupa sehingga jika gelombang gravitasi melewati Bumi, sinar laser di satu lengan dari detektor akan dikompresi sementara yang lain mengembang.
Untuk melihat seberapa jauh sensitivitas ini dapat diregangkan, para ilmuwan membuat perhitungan objek terkecil yang akan menghasilkan gelombang gravitasi yang dapat dideteksi dengan jelas di Bumi. Agar dapat dideteksi oleh LIGO, sebuah kapal induk alien harus memiliki berat yang kira-kira sama dengan Jupiter, bergerak dengan kecepatan sepersepuluh cahaya, dan berada dalam jarak 326.000 tahun cahaya dari Bumi.
Objek yang lebih besar, seperti planet, bintang neutron, atau lubang hitam, menghasilkan gelombang gravitasi yang lebih menonjol. Begitu juga pesawat ruang angkasa alien kolosal yang bergerak dengan kecepatan tinggi, juga akan menghasilkan getaran tanda riak-riak di ruang-waktu yang tertinggal.
Detektor akan mencari riak di jalinan ruang-waktu yang tertinggal di belakang pesawat ruang angkasa. Detektor LIGO akan menangkap gelombang gravitasi dari distorsi kecil yang mereka buat dalam ruang-waktu saat mereka melewatinya.
Baca juga; Satelit Jepang Bersihkan Sampah Ruang Angkasa Pakai Laser
LIGO yang berada di Situs Hanford, AS, terdiri dari dua detektor berbentuk L yang berpotongan, masing-masing dengan dua lengan sepanjang 4 kilometer dan dua sinar laser yang identik di dalamnya. Percobaan dirancang sedemikian rupa sehingga jika gelombang gravitasi melewati Bumi, sinar laser di satu lengan dari detektor akan dikompresi sementara yang lain mengembang.
Untuk melihat seberapa jauh sensitivitas ini dapat diregangkan, para ilmuwan membuat perhitungan objek terkecil yang akan menghasilkan gelombang gravitasi yang dapat dideteksi dengan jelas di Bumi. Agar dapat dideteksi oleh LIGO, sebuah kapal induk alien harus memiliki berat yang kira-kira sama dengan Jupiter, bergerak dengan kecepatan sepersepuluh cahaya, dan berada dalam jarak 326.000 tahun cahaya dari Bumi.
Lihat Juga :