Hampir Sebulan, NASA Hilang Kontak dengan Satelit Pengamat Badai CYGNSS

Kamis, 15 Desember 2022 - 20:41 WIB
Padahal selama ini konstelasi CYGNSS, hampir mencakup semua sudut Bumi, hampir tanpa celah. CYGNSS dirancang oleh University of Michigan dan Southwest Research Institute di Colorado dengan tujuan mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang interaksi antara laut dan udara di dekat mata badai.

University of Michigan memimpin pengembangan CYGNSS setelah investasi USD152 juta dari NASA pada tahun 2012. Konstelasi mikrosatelit berhasil diluncurkan pada 15 Desember 2016, dan menyelesaikan tujuan sains utamanya pada Maret 2019.

Sejak saat itu, CYGNSS telah telah beroperasi dalam status misi diperpanjang. CYGNSS memiliki keunikan karena merupakan misi NASA pertama yang melakukan penginderaan jarak jauh terhadap permukaan Bumi menggunakan Sistem Satelit Navigasi Global (GNSS).



Meskipun ada beberapa sistem GNSS, masing-masing merupakan konstelasi satelit, CYGNSS secara eksklusif menggunakan Global Positioning System (GPS) AS. Pesawat ruang angkasa CYGNSS bertindak sebagai sensor, menerima sinyal dari pulsa GPS yang dipantulkan oleh permukaan Bumi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!