Timpang Banget, Jumlah Gamer Perempuan di Turnamen Esports Cuma 1 Persen
Kamis, 08 Desember 2022 - 20:37 WIB
”Minimnya representasi dan komunitas yang inklusif, serta maraknya praktik diskriminasi baik secara sadar maupun tidak sadar disebut sebagai beberapa faktor penghambat yang utama,” ungkap Debora dalam talk show “Women in Esports” yang diselenggarakan Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) di sela-sela Indonesia Esports Summit dan International Esports Federation (IESF) World Esports Championships belum lama ini.
Ia menyerukan agar semangat gender equity dan inklusivitas menjadi pilar utama dari ekosistem esports demi menciptakan rasa aman dan nyaman.
Sehingga, semakin banyak pemain perempuan yang berpartisipasi.
BACA JUGA: 9 Ancaman Siber yang Jadi Favorit Hacker di 2023, Mulai Game, Streaming, hingga Metaverse
“Konsep gender equity merupakan pengakuan terhadap kebutuhan dan kemampuan para gamer perempuan yang berbeda dari laki-laki. Selama ini, ketimpangan gender dan dukungan dari komunitas yang belum optimal merupakan isu-isu kritikal yang mencegah lebih banyak perempuan untuk mencapai potensinya di bidang esports,” ujar Debora.
Sebenarnya sudah ada beberapa program yang ditujukan untuk mendorong kaum perempuan terlibat di esports.
Ia menyerukan agar semangat gender equity dan inklusivitas menjadi pilar utama dari ekosistem esports demi menciptakan rasa aman dan nyaman.
Sehingga, semakin banyak pemain perempuan yang berpartisipasi.
BACA JUGA: 9 Ancaman Siber yang Jadi Favorit Hacker di 2023, Mulai Game, Streaming, hingga Metaverse
“Konsep gender equity merupakan pengakuan terhadap kebutuhan dan kemampuan para gamer perempuan yang berbeda dari laki-laki. Selama ini, ketimpangan gender dan dukungan dari komunitas yang belum optimal merupakan isu-isu kritikal yang mencegah lebih banyak perempuan untuk mencapai potensinya di bidang esports,” ujar Debora.
Sebenarnya sudah ada beberapa program yang ditujukan untuk mendorong kaum perempuan terlibat di esports.
Lihat Juga :