Metode Baru Cuci Otak Bom Bunuh Diri yang Harus Diwaspadai!
Rabu, 07 Desember 2022 - 13:15 WIB
"Ada anak-anak yang telah mengalami cuci otak di negara-negara yang sudah terjamah oleh kelompok teror ISIS dan sebagian besar mereka akan melakukan serangan brutal," kata Hans-Georg Maassen seperti dilansir dari Express.uk.
Hans-Georg Maassen telah memperingatkan untuk segera mengembalikan ingatan perempuan dan anak-anak yang kena doktin terorisme.
Dia mengatakan bahwa Jerman harus mempertimbangkan membatalkan undang-undang yang membatasi pengawasan anak di bawah umur di bawah usia 14 tahun untuk mempersiapkan peningkatan risiko serangan oleh anak-anak berusia sembilan tahun.
"Kami melihat bahwa banyak anak-anak yang telah dicuci otak di sekolah-sekolah oleh kelompok tertentu, Dan mereka hanya butuh waktu dua jam untuk mencuci otak Anak-anak, membentuk mereka jadi radikal" katanya.
Sementara itu, Herr Maassen, kepala Kantor Perlindungan Konstitusi - Jerman setara MI5 - menambahkan: "Kami sudah mengamati kepada pada beberapa wanita dan remaja. Ini masalah bagi kami karena anak-anak dan remaja ini khususnya bisa menjadi bahaya setelah dicuci otaknya dengan misi untuk melakukan serangan."
Hans-Georg Maassen telah memperingatkan untuk segera mengembalikan ingatan perempuan dan anak-anak yang kena doktin terorisme.
Dia mengatakan bahwa Jerman harus mempertimbangkan membatalkan undang-undang yang membatasi pengawasan anak di bawah umur di bawah usia 14 tahun untuk mempersiapkan peningkatan risiko serangan oleh anak-anak berusia sembilan tahun.
"Kami melihat bahwa banyak anak-anak yang telah dicuci otak di sekolah-sekolah oleh kelompok tertentu, Dan mereka hanya butuh waktu dua jam untuk mencuci otak Anak-anak, membentuk mereka jadi radikal" katanya.
Sementara itu, Herr Maassen, kepala Kantor Perlindungan Konstitusi - Jerman setara MI5 - menambahkan: "Kami sudah mengamati kepada pada beberapa wanita dan remaja. Ini masalah bagi kami karena anak-anak dan remaja ini khususnya bisa menjadi bahaya setelah dicuci otaknya dengan misi untuk melakukan serangan."
Lihat Juga :