Penemuan Spesies Manusia 'Hantu' Tak Dikenal Terdeteksi Komputer
Rabu, 30 November 2022 - 09:26 WIB
Para peneliti berpendapat bahwa gen dari hominin yang tidak diketahui memasuki kumpulan gen melalui introgresi, aliran gen yang terjadi ketika anggota dari dua populasi kawin. Kemudian individu hibrida yang dihasilkan berkembang biak dengan anggota populasi induk.
Menurut para peneliti sangat mungkin bahwa hominin yang dimaksud merupakan spesies manusia purba yang sama sekali baru. Kemudian, nenek moyangnya kemungkinan besar terpisah dari pohon keluarga manusia sebelum nenek moyang Neanderthal dan Denisovans.
Baca juga; Penemuan Fosil Siamang Paling Awal Berusia 2 Juta Tahun, Bantu Jelaskan Teori Evolusi
“Kita tahu manusia bereproduksi secara luas dengan Neanderthal dan Denisovans, dan sejumlah kecil DNA mereka masih dapat ditemukan di sebagian besar populasi Eropa dan Asia Timur,” keterangan para penliti dikutip dari laman iflscience, Rabu (30/11/2022).
Selain itu, penelitian sebelumnya menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa sekitar 0,3 persen genom orang Afrika mengandung keturunan Neanderthal. Namun, DNA yang tidak dapat dijelaskan yang ditemukan pada orang yang saat ini tinggal di Afrika Barat tidak cocok dengan Neanderthal atau Denisovan.
Menurut para peneliti sangat mungkin bahwa hominin yang dimaksud merupakan spesies manusia purba yang sama sekali baru. Kemudian, nenek moyangnya kemungkinan besar terpisah dari pohon keluarga manusia sebelum nenek moyang Neanderthal dan Denisovans.
Baca juga; Penemuan Fosil Siamang Paling Awal Berusia 2 Juta Tahun, Bantu Jelaskan Teori Evolusi
“Kita tahu manusia bereproduksi secara luas dengan Neanderthal dan Denisovans, dan sejumlah kecil DNA mereka masih dapat ditemukan di sebagian besar populasi Eropa dan Asia Timur,” keterangan para penliti dikutip dari laman iflscience, Rabu (30/11/2022).
Selain itu, penelitian sebelumnya menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa sekitar 0,3 persen genom orang Afrika mengandung keturunan Neanderthal. Namun, DNA yang tidak dapat dijelaskan yang ditemukan pada orang yang saat ini tinggal di Afrika Barat tidak cocok dengan Neanderthal atau Denisovan.
(wib)
Lihat Juga :