Aset Perusahaan Sering Hilang? Telkomsel Punya Solusi Canggihnya
Senin, 27 April 2020 - 21:44 WIB
Dengan begitu, lanjut dia, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional, kesalahan dari human error, serta memastikan kualitas produknya terjaga. Solusi Asset Performance Management dapat diimplementasikan pada berbagai industri, seperti industri makanan dan minuman, fast-moving consumer goods (FMCG), farmasi, logistik dan manufaktur yang mana implementasi use case-nya seperti cold chain monitoring, inventory management, dan shipment monitoring.
Bagaimana solusi ini bisa membantu perusahaan mengamankan asetnya? Alfian Manullang mencontohkan perusahaan es krim yang memiliki banyak cooler (pendingin). Pendingin ini ditempatkan di banyak warung tradisional dan minimarket.
"Mereka mengaku tiap tahun kehilangan 1-3% aset pendingin karena warung atau minimarket yang pindah, tutup dan sebagainya. Sehingga mereka tak tahu di mana aset pendinginnya berada. Melalui solusi Asset Performance Management, hal itu tidak terjadi lagi," klaim pria yang akrab disapa Opung itu.
Dia menjelaskan, ada dua alat melekat pada aset yang ingin dipantau. Masing-masing adalah Smart Gateway dan Smart Beacon. "Kedua alat saling berkomunikasi lalu informasi data-datanya dikirim ke Cloud Telkomsel. Aset ada di mana, suhu berapa derajat, apakah pendingin dimatikan oleh pengelola ritel, semuanya ketahuan. Karena suhu sangat penting untuk produknya, jadi harus benar-benar dipantau," ungkapnya.
Jadi, tambah dia, jika warung tutup pun aset akan terpantau ada di mana supaya bisa ditarik ke gudang. "Dua perangkat ini memiliki baterai dengan masa operasional yang panjang. Smart Gateway daya baterainya dua tahun dan Smart Beacon selama 90 hari," sebut Opung.
Kehadiran layanan Asset Performance Management merupakan hasil kolaborasi Telkomsel dengan Roambee, yaitu startup penyedia layanan pemantauan aset berbasis end-to-end IoT asal Sillicon Valley, Amerika Serikat. Roambee juga merupakan perusahaan rintisan asing yang belum lama ini menerima dana investasi dari Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) selaku unit ventura Telkomsel.
Bagaimana solusi ini bisa membantu perusahaan mengamankan asetnya? Alfian Manullang mencontohkan perusahaan es krim yang memiliki banyak cooler (pendingin). Pendingin ini ditempatkan di banyak warung tradisional dan minimarket.
"Mereka mengaku tiap tahun kehilangan 1-3% aset pendingin karena warung atau minimarket yang pindah, tutup dan sebagainya. Sehingga mereka tak tahu di mana aset pendinginnya berada. Melalui solusi Asset Performance Management, hal itu tidak terjadi lagi," klaim pria yang akrab disapa Opung itu.
Dia menjelaskan, ada dua alat melekat pada aset yang ingin dipantau. Masing-masing adalah Smart Gateway dan Smart Beacon. "Kedua alat saling berkomunikasi lalu informasi data-datanya dikirim ke Cloud Telkomsel. Aset ada di mana, suhu berapa derajat, apakah pendingin dimatikan oleh pengelola ritel, semuanya ketahuan. Karena suhu sangat penting untuk produknya, jadi harus benar-benar dipantau," ungkapnya.
Jadi, tambah dia, jika warung tutup pun aset akan terpantau ada di mana supaya bisa ditarik ke gudang. "Dua perangkat ini memiliki baterai dengan masa operasional yang panjang. Smart Gateway daya baterainya dua tahun dan Smart Beacon selama 90 hari," sebut Opung.
Kehadiran layanan Asset Performance Management merupakan hasil kolaborasi Telkomsel dengan Roambee, yaitu startup penyedia layanan pemantauan aset berbasis end-to-end IoT asal Sillicon Valley, Amerika Serikat. Roambee juga merupakan perusahaan rintisan asing yang belum lama ini menerima dana investasi dari Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) selaku unit ventura Telkomsel.
Lihat Juga :