Perubahan Iklim Bikin Lebih Banyak Pelangi Nongol di Bumi
Jum'at, 04 November 2022 - 06:30 WIB
“Tinggal di Hawai'i, saya merasa bersyukur bahwa pelangi fana yang menakjubkan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari saya,” kata penulis utama studi tersebut, Kimberly Carlson.
Camilo Mora dari Departemen Geografi dan Lingkungan UH Manoa, tertarik dengan pertanyaan itu dan menjadikannya sebagai fokus proyek untuk salah satu program pascasarjananya.
"Kami sering mempelajari bagaimana perubahan iklim secara langsung mempengaruhi kesehatan dan mata pencaharian masyarakat, misalnya melalui terjadinya gelombang panas," ujar Mora.
Namun, beberapa peneliti telah melakukan studi bagaimana perubahan iklim dapat mempengaruhi kualitas estetika lingkungan kita, dan tidak ada yang peduli dengan pelangi.
Untuk menjawab pertanyaan ini, tim termasuk mahasiswa di UH Manoa melihat foto-foto yang diunggah ke Flickr, sebuah platform media sosial tempat orang-orang berbagi foto.
Mereka memilah-milah puluhan ribu foto yang diambil di seluruh dunia, diberi label dengan kata "pelangi", untuk mengidentifikasi pelangi yang dihasilkan dari pembiasan cahaya oleh tetesan hujan.
Kemudian, para ilmuwan melatih model prediksi pelangi berdasarkan lokasi foto pelangi dan peta curah hujan, tutupan awan, dan sudut matahari.
Camilo Mora dari Departemen Geografi dan Lingkungan UH Manoa, tertarik dengan pertanyaan itu dan menjadikannya sebagai fokus proyek untuk salah satu program pascasarjananya.
"Kami sering mempelajari bagaimana perubahan iklim secara langsung mempengaruhi kesehatan dan mata pencaharian masyarakat, misalnya melalui terjadinya gelombang panas," ujar Mora.
Namun, beberapa peneliti telah melakukan studi bagaimana perubahan iklim dapat mempengaruhi kualitas estetika lingkungan kita, dan tidak ada yang peduli dengan pelangi.
Untuk menjawab pertanyaan ini, tim termasuk mahasiswa di UH Manoa melihat foto-foto yang diunggah ke Flickr, sebuah platform media sosial tempat orang-orang berbagi foto.
Mereka memilah-milah puluhan ribu foto yang diambil di seluruh dunia, diberi label dengan kata "pelangi", untuk mengidentifikasi pelangi yang dihasilkan dari pembiasan cahaya oleh tetesan hujan.
Kemudian, para ilmuwan melatih model prediksi pelangi berdasarkan lokasi foto pelangi dan peta curah hujan, tutupan awan, dan sudut matahari.
Lihat Juga :