Astronot NASA Temukan Fenomena Menakutkan Terjadi di Tepi Tata Surya
Senin, 31 Oktober 2022 - 16:41 WIB
"Pesawat ruang angkasa Voyager menyediakan satu-satunya pengukuran langsung dari lokasi batas-batas ini. Tetapi hanya pada satu titik dalam ruang dan waktu," kata Eric Zirnstein, fisikawan ruang angkasa di Universitas Princeton.
Para ilmuwan telah menggunakan data untuk membuat model yang memprediksi bagaimana perubahan heliopause. Tetapi penelitian terbaru tentang heliopause telah memunculkan data yang bertentangan dengan temuan sebelumnya.
Pemantauan akan dilakukan dari NASA Interstellar Mapping and Acceleration Probe, satelit baru dan lebih baik yang dapat mendeteksi ENA dan dijadwalkan diluncurkan pada 2025, kata Zirnstein kepada Vice.
Selama beberapa bulan pada tahun 2014, IBEX menangkap kecerahan ENA yang menunjukkan asimetri dalam heliopause, dan tim kemudian menyadari bahwa asimetri tersebut tidak sesuai dengan model.
Di Jurnal Nature Astronomy, para peneliti menyebut perbedaan ini "menarik dan sangat kontroversial." Mereka berencana untuk terus mempelajari Heliopause untuk mencari lebih banyak temuan.
Para ilmuwan telah menggunakan data untuk membuat model yang memprediksi bagaimana perubahan heliopause. Tetapi penelitian terbaru tentang heliopause telah memunculkan data yang bertentangan dengan temuan sebelumnya.
Pemantauan akan dilakukan dari NASA Interstellar Mapping and Acceleration Probe, satelit baru dan lebih baik yang dapat mendeteksi ENA dan dijadwalkan diluncurkan pada 2025, kata Zirnstein kepada Vice.
Selama beberapa bulan pada tahun 2014, IBEX menangkap kecerahan ENA yang menunjukkan asimetri dalam heliopause, dan tim kemudian menyadari bahwa asimetri tersebut tidak sesuai dengan model.
Di Jurnal Nature Astronomy, para peneliti menyebut perbedaan ini "menarik dan sangat kontroversial." Mereka berencana untuk terus mempelajari Heliopause untuk mencari lebih banyak temuan.
(wbs)
Lihat Juga :