Berubah Pikiran, Elon Musk Pastikan SpaceX Terus Berikan Layanan Internet Starlink di Ukraina

Senin, 17 Oktober 2022 - 17:37 WIB
Sebelumnya Elon Musk meminta militer AS untuk mulai menutupi biaya untuk layanan Starlink di Ukraina. CNN melaporkan bahwa SpaceX menulis kepada Pentagon pada bulan September bahwa perusahaan tidak dapat lagi memberikan layanan Starlink di Ukraina secara gratis. Dia mengatakan bahwa layanan itu akan membebani perusahaan hingga USD120 juta untuk sisa tahun 2022 dan diperkirakan USD400 juta untuk 12 bulan ke depan.

“Kami tidak dalam posisi untuk lebih lanjut menyumbangkan terminal ke Ukraina, atau mendanai terminal yang ada untuk jangka waktu yang tidak terbatas,” tulis SpaceX dalam surat ke Pentagon.

Elon Musk dan SpaceX mulai mengirim terminal Starlink yang memungkinkan akses ke layanan internet satelit ke Ukraina pada akhir Februari, tak lama setelah pasukan Rusia menyerbu. Presiden SpaceX Gwynne Shotwell mengatakan bahwa SpaceX telah mengerjakan proyek tersebut selama berminggu-minggu sebelum Mykhailo Fedorov, wakil perdana menteri Ukraina dan menteri transformasi digital negara itu, meminta bantuan melalui Twitter pada 26 Februari. Sebanyak 28 terminal Starlink pertama langsung beroperasi di Ukraina.

Pada awal April, SpaceX dan USAID mengumumkan kemitraan publik-swasta untuk mengirimkan 5.000 terminal Starlink ke Ukraina, dengan lebih dari 3.000 di antaranya disediakan langsung oleh SpaceX. Sampai saat ini, menurut New York Times, SpaceX telah menetapkan sekitar 20.000 terminal ke Ukraina.

Baca juga; Elon Musk Kesal Rusia Terus Usik Internet Starlink di Ukraina
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!