Saham Instragram dan Facebook Anjlok, Meta Siap Pecat 12.000 Karyawan
Minggu, 09 Oktober 2022 - 22:08 WIB
PHK massal ini setidaknya akan dimulai dalam beberapa minggu kedepan. Beberapa karyawan yang enggan disebutkan namanya mengatakan PHK massal akan berlangsung secara diam-diam. FOTO/ IST
CUPERTINO - Saham Raksasa teknologi Meta dikabarkan anjlok dan untuk mensiasati keadaan tersebut Meta akan melakukan PHK massal dalam waktu dekat. Tak tanggung-tanggung, laporan menyebut PHK akan dilancarkan ke 15% total karyawannya, atau sekitar 12.000 karyawan.
BACA JUGA - Kalah Populer, Facebook Tetap Tambahkan Fitur Menarik di Facebook Dating
PHK massal ini setidaknya akan dimulai dalam beberapa minggu kedepan. Beberapa karyawan yang enggan disebutkan namanya mengatakan PHK massal akan berlangsung secara diam-diam.
"Ini mungkin terlihat seperti mereka pindah, tetapi kenyataannya mereka dipaksa keluar," kata salah satu karyawan membocorkan, seperti diketahui dari Business Insider, Minggu (9/10/2022).
Keputusan Meta untuk memangkas jumlah karyawannya disebut karena harga saham perusahaan yang semakin hari kian anjlok, bahkan menyentuh 60%. Keputusan ini diambil lantaran upaya penghentian perekrutan dinilai tidak berhasil.
Pendiri dan CEO Meta Mark Zuckerberg telah menjelaskan bahwa jaringan sosial telah menghentikan perekrutan karyawan di seluruh desk, namun tidak banyak menolong. Sehingga terpaksa harus ada lebih banyak karyawan yang di-PHK.
BACA JUGA - Kalah Populer, Facebook Tetap Tambahkan Fitur Menarik di Facebook Dating
PHK massal ini setidaknya akan dimulai dalam beberapa minggu kedepan. Beberapa karyawan yang enggan disebutkan namanya mengatakan PHK massal akan berlangsung secara diam-diam.
"Ini mungkin terlihat seperti mereka pindah, tetapi kenyataannya mereka dipaksa keluar," kata salah satu karyawan membocorkan, seperti diketahui dari Business Insider, Minggu (9/10/2022).
Keputusan Meta untuk memangkas jumlah karyawannya disebut karena harga saham perusahaan yang semakin hari kian anjlok, bahkan menyentuh 60%. Keputusan ini diambil lantaran upaya penghentian perekrutan dinilai tidak berhasil.
Pendiri dan CEO Meta Mark Zuckerberg telah menjelaskan bahwa jaringan sosial telah menghentikan perekrutan karyawan di seluruh desk, namun tidak banyak menolong. Sehingga terpaksa harus ada lebih banyak karyawan yang di-PHK.
Lihat Juga :