Dianggap Obat Mujarab, Sisik Trenggiling Banyak Diburu di Pasar Gelap
Sabtu, 08 Oktober 2022 - 15:37 WIB
Adapun penyitaan skala, dalam lima tahun terakhir 32% terjadi di perbatasan China daratan, dan Hong Kong menyumbang 17%. C4ADS juga menyebutkan trenggiling yang dijual berasal dari Nigeria (25%), Malaysia (17%), dan Indonesia (12%), sebagai sumber teratas.
Trenggiling adalah mamalia bersisik, dengan lidah Panjang, dan tidak memiliki gigi. Ada 8 jenis spesies trenggiling yang tersebar di seluruh Afrika dan Asia. Trenggiling di Asia terdiri dari 4 spesies, yaitu Trenggiling China (secara teknis sudah punah), Trenggiling India, Trenggiling Filipina, dan Trenggiling Sunda (Manis Javanica).
Trenggiling Sunda merupakan spesies yang paling banyak tersebar di Asia Tenggara. Namun, sangat disayangkan trenggiling Sunda sejak 2017 masuk dalam status kritis (CR) dalam Daftar Merah IUCN.
Trenggiling hidup di habitat dan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah. Kerusakan habitat dan ekosistem menjadi ancaman bagi keberadaan Trenggiling. Ancaman terhadap keberadaan spesies ini juga datang dari perburuan dan perdagangan satwa liar yang semakin marak.
Baca juga; Nyaris Punah Akibat Perburuan, China Larang Trenggiling Jadi Obat
Berbagai Langkah telah diambil untuk mencegah kepunahan trenggiling dan menghapus pasar gelap perdagangan daging maupun sisik trenggiling. Di antaranya, mengeluarkan sisik trenggiling dalam daftar bahan atau farmakope (pharmacopoeia) pengobatan tradisional Tiongkok (traditional Chinese medicine/TCM) sejak tahun 2020.
Trenggiling adalah mamalia bersisik, dengan lidah Panjang, dan tidak memiliki gigi. Ada 8 jenis spesies trenggiling yang tersebar di seluruh Afrika dan Asia. Trenggiling di Asia terdiri dari 4 spesies, yaitu Trenggiling China (secara teknis sudah punah), Trenggiling India, Trenggiling Filipina, dan Trenggiling Sunda (Manis Javanica).
Trenggiling Sunda merupakan spesies yang paling banyak tersebar di Asia Tenggara. Namun, sangat disayangkan trenggiling Sunda sejak 2017 masuk dalam status kritis (CR) dalam Daftar Merah IUCN.
Trenggiling hidup di habitat dan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah. Kerusakan habitat dan ekosistem menjadi ancaman bagi keberadaan Trenggiling. Ancaman terhadap keberadaan spesies ini juga datang dari perburuan dan perdagangan satwa liar yang semakin marak.
Baca juga; Nyaris Punah Akibat Perburuan, China Larang Trenggiling Jadi Obat
Berbagai Langkah telah diambil untuk mencegah kepunahan trenggiling dan menghapus pasar gelap perdagangan daging maupun sisik trenggiling. Di antaranya, mengeluarkan sisik trenggiling dalam daftar bahan atau farmakope (pharmacopoeia) pengobatan tradisional Tiongkok (traditional Chinese medicine/TCM) sejak tahun 2020.
Lihat Juga :